PejuangKantoran.com - Di era ketika hidup kita makin tergantung pada gawai dan internet, ternyata ada kalangan yang masih rutin membaca buku. Sebaliknya, masih banyak pula penggemar menulis yang ingin menerbitkan bukunya sendiri.
Kursus menulis buku pun banyak digelar oleh komunitas menulis, salah satunya Book Writing Camp, yang diselenggarakan oleh Tinta Langit, lembaga penyelenggara pendampingan menulis online. Peserta dibimbing langsung oleh penulis novel Ahmad Fuadi, Asma Nadia, dan Rizka Amaliah.
Dari salah satu batch writing camp ini terkumpul delapan penulis novel baru, yang kemudian menggelar bedah buku untuk memperkenalkan karya-karya debut mereka yang merupakan hasil akhir dari proyek menulis tersebut.
Baca Juga: Mengapa Atlet Renang Harus Memakai Celana Renang yang Sangat Ketat saat Bertanding Di Olimpiade?
Kedelapan penulis tadi adalah Sis Tonsco dengan bukunya “NIR”, Catharina Dewi Haryani dengan “Nada Puspa”, Hidayanti dengan “Perempuan di Balikpapan”, Miralda dengan “Elegi Hati”, Raya Fransisca dengan “Jejak Kamera Ayah”, Theresia Melania Sudarwati dengan “To The Last Dot”, Neranju dengan “Dua Minggu di Pesantren Kilat” dan Indriani Susilaningdyah dengan “Anya’s Friends”.
Para penulis, yang sebagian di antaranya ibu rumah tangga, menawarkan tema beragam dalam buku-buku mereka.
Melalui “Elegi Hati” misalnya, Miralda mengangkat topik Post Traumatic Stress Disorder (PTS D) akibat peristiwa menyakitkan di masa kecil yang kembali muncul saat dewasa.
Dalam novel ini Miralda menyarankan agar kita lebih aktif membantu teman atau keluarga yang kadang-kadang curhat karena menghadapi masalah.
“Mari kita tidak hanya mendengarkan keluhan mereka tapi sedikit demi sedikit juga memberikan solusi atas permasalahan mereka," ujar Miralda, dalam bedah buku bertema “Merdeka Dengan Menulis (7+1 Pengarang Mencipta)” yang digelar di perpustakaan Baca Di Tebet, Jakarta, Sabtu (10/8/2024) lalu.
"Ini bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan badan atau ahli yang berkaitan dengan permasalahan yang dialami teman atau saudara kita.
“Demikian pula mereka yang mengalami masalah harus mengakui bahwa mereka memiliki masalah, sedangkan orang-orang yang dekat memberikan dukungan bagi mereka,” tambahnya.
Baca Juga: Mantan CEO YouTube Susan Wojcicki Meninggal di Usia 56, Dikenang sebagai Tokoh Perubahan Google
Ragam ide tulisan
Dalam novelnya, “Perempuan di Balikpapan”, Hidayanti memberi saran bagi para istri yang menjadi korban perselingkuhan suami bagaimana mengambil langkah-langkah mengatasi masalah tersebut dengan berpedoman pada ajaran Islami.
Theresia dalam “To The Last Dot” menceritakan pergumulan seorang perempuan yang berprofesi sebagai penulis buku teks pelajaran yang merasakan perbedaan sikap suami dan anak-anaknya.
Artikel Terkait
Jangan-jangan Kamu Termasuk Kelas Menengah ke Bawah tanpa Kamu Sadari, Gini Tanda-tandanya!
Duh Aturan Bank Diperketat, Buka Tabungan Bisa Jadi Sulit
ArtMoments Jakarta 2024 Kembali Digelar, Tapi Ini Hari Terakhir!
Lowongan Kerja Sebagai Sekretaris di Bursa Efek Indonesia (BEI)
7 Camilan Ringan untuk Tambah Energi dan Semangat di Sore Hari
Seleksi Penerimaan Pendidikan Calon Pegawai Asisten Manajer (PCPM) Angkatan 39 Resmi Dibuka, Cek Syaratnya!
Pemutaran Trailer Kisah Laura Edelenyi dalam Laura: A True Story of A Fighter Bikin Haru!