Pejuangkantoran.com Barangkali teknologi telepon selular yang paling revolusioner di abad 21 ini adalah foldable cellphone (foldable smartphone), atau telepon selular (ponsel) lipat.
Perkembangan teknologinya terus bergerak maju. Dimulai sejak konsep layar yang bisa digulung diluncurkan pada 2006 oleh Polymer Vision. Lalu 2008 Nokia meluncurkan konsep gawai yang fleksibel dalam sebuah tayangan animasi dan dinamai Morph.
Kemudian Samsung juga mempresentasikan konsep layar OLED yang fleksibel pada tahun 2013. Hingga akhirnya Samsung merilis foldable smartphone (ponsel lipat) secara komersial pada tahu 2018.
Meskipun pasarnya masih kecil, namun ke depan diperkirakan pasarnya akan makin meluas. Menurut idc.com, penjualan foldable smartphone seluruh dunia tahun 2024 akan mencapai 25 juta perangkat. Angka ini naik 37,6% dibanding tahun 2023.
Meskipun menjanjikan, masyarakat masih ragu dengan durabilitas layar lipatnya. Meskipun dijamin akan bertahan, namun tetap perlakuan foldable smartphone ini harus lebih diperhatikan daripada ponsel biasa.
Nah, begini cara sederhana merawat foldable smartphone agar tidak cepat rusak:
Jangan menekan layar
Jangan menekan layar foldable smartphone menggunakan benda tajam. Baik itu menggunakan pulpen, pensil, maupun kuku.
Tindakan ini tak hanya menyebabkan goresan pada layar ponsel lipat, namun berisiko menyebabkan kerusakan fatal.
Lipat dengan benar
Meski bisa dilipat, bukan berarti kamu bisa melipatnya sembarangan. Hindari melipat foldable smartphone ke arah belakang atau berlawanan dengan lipatan yang seharusnya.
Hal ini dapat merusak engsel pada smartphone, sehingga membuatnya rusak dan mati total.
Artikel Terkait
Alasan Sehat Ganti Smartphone ke Feature Phone!
Google Pixel 8 dan Pixel 8 Pro, Smartphone Flagship Google dengan Fitur AI pada Kamera
Mengapa Orang Jepang Tak Bisa Lepas dari Smartphone atau Ponsel Pintar?
Ketimbang Bekerja Kantoran 9 to 5, Ini yang akan Dilakukan Gen Z dengan Smartphone-nya