Pejuangkanatoran.com – Saat ini, ketika fitur kamera di ponsel menjadi default, semua orang bisa menjadi fotografer. Tak harus meluangkan waktu khusus untuk berburu objek fotografi, bahkan saat pergi-pulang kantor pun bisa menjadi momen untuk ‘berburu’ foto.
Memotret kehidupan sehari-hari di area publik dan bahkan objek foto tidak menyadarinya adalah salah satu genre dalam fotografi yang disebut sebagai street photography alias fotografi jalanan.
Yang menarik dari street photography adalah kesan spontan dari momen singkat yang tak bisa diulang yang direkam dari kehidupan orang lain yang bahkan tidak kamu kenal. Dengan kamera ponsel, kamu bisa mengabadikan hal-hal semacam secara candid (diam-diam) atau memang kamu sengaja.
Salah seorang street photographer yang cukup dikenal (walaupuan bukan yang pertama) adalah Eugen Atgel, seorang fotografer Perancis. Eugene dikenal dengan karya Old Paris Series-nya.
Dalam karya ini, Eugene mendokumentasikan sisi Paris yang menghilang di tengah upaya modernisasi dan pembongkaran. Apa yang dilakukan Eugene ini, tanpa ia sadari, telah membuka jalan bagi fotografer jalanan di masa depan.
Setelah wafat, karya-karya Eugene dipromosikan oleh asistennya, Berenice Abbott, yang akhirnya juga terjun sebagai street photographer. Bahkan saat kembali ke Amerika, Abbott mendokumentasikan New York di tahun1930an leat karya fotografinya.
Genre dalam dunia fotografi ini akhirnya makin membesar. Muncul nama-nama yang sangat dikenal di dunia street photography, seperti Henri Cartier-Besson dan Robert Doisneau. Pada saat yang sama, peralatan fotografi makin kompak dan mudah dibawa.
Baca Juga: Asiiik... Sekarang Instagram Bisa Unggah Foto-foto Carousel dalam berbagai Ukuran!
Bercerita dengan foto
Ukuran yang kompak ini membuat street photography menjadi makin berkembang. Saat ini, street photography makin bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan hanya dengan kamera ponsel.
Street photography itu bukan sekadar memotret keluarga atau selfie/wefie di jalan saat sedang berekreasi. Street photography lebih mengutamakan sebuah momen, dan ketika berhasil direkam, maka foto tersebut bisa bercerita.
Street photography bisa mengungkapkan hal-hal kuat dan penting yang lebih sering tidak diketahui oleh publik. Street photography juga kadang bisa menangkap humor atau visual juxtaposition. Juxtaposition adalah komposisi dalam fotografi yang meletakkan dua elemen yang berbeda (kontras) secara berdampingan dalam satu frame foto.
Kamu juga bisa menceritakan perjalanan hdiup kamu dengan street photography. Saat menjalani rutinitas berkegiatan di luar rumah itu, pasti ada momen-momen tertentu yang ‘nancep’ di hati dan pikiran. Momen yang bisa mengubah hidup kamu, momen yang memberimu hidayah, dan sebagainya.
Dan momen-momen ini bisa kamu rekam dalam sebuah foto, dan akan bisa jadi pengingat tersendiri. Bahkan bukan untuk kamu saja, namun juga bisa untuk orang lain jika kemudian foto itu kamu publikasikan dan ceritakan latar belakangnya.
Artikel Terkait
5 Tips Motret Pakai Ponsel Biar Liburan Makin Aestetik
Jalan-jalan Pakai Bus Kota Bangkok, Hati-hati Tersasar
Narendra Kameshwara: antara Passion Fotografi dan Tak Pernah Alami kerja 9 to 5
Bali Jadi Destinasi Terfavorit untuk Liburan Para Turis Dunia
Wajib Menyusun Itinerary Sebelum Liburan, Berikut Ini Langkah-Langkahnya Supaya Liburan Aman & Nyaman
Kelebihan dan Kekurangan Travelling ke Luar Negeri Tanpa Biro Jasa Perjalanan Wisata