Digarap Keroyokan 7 Negara, Perang Kota Mengangkat Kisah Cinta dengan Setting Jakarta Tahun 1946

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 2 April 2025 | 13:58 WIB
Film Perang Kota mengambil setting Jakarta tahun 1946, di mana terjadi perang melawan sekutu. (IMDb)
Film Perang Kota mengambil setting Jakarta tahun 1946, di mana terjadi perang melawan sekutu. (IMDb)

PejuangKantoran.com - Setelah diputar secara perdana di International Film Festival Rotterdam, film periodik dari sutradara Mouly Surya, Perang Kota, akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 30 April 2025.

Perjalanan pembuatan film yang ceritanya diangkat dari novel Mochtar Lubis berjudul Jalan Tak Ada Ujung ini membutuhkan waktu panjang dan sempat terhenti karena pandemi.

Namun, tantangan tersebut tidak membuat patah semangat sutradara kelahiran Jakarta, 10 September 1980 ini.

Baca Juga: Transplantasi Karang dan Tegakan Lamun di Gili Matra Jadi Fokus Program BRI Menanam Grow and Green

“Saya malah bersyukur karena ada pandemi. Saya menggunakan waktu tersebut untuk development. Bisa menulis skenario di rumah, nggak kemana-kemana, nggak ada gangguan, karena nggak tahu kapan bisa syuting.

“Ini juga jadi skenario yang paling kompleks yang pernah saya buat. Agak keriting! Karena kekompleksan itu, saya jujur merasa seperti ada silver lining, ada hikmahnya.

“Saya bisa menggodok naskah dengan waktu yang extended, which is itu satu kemewahan yang luar biasa di industri kita ini,” ujar Mouly Surya, saat konferensi pers Perang Kota di Metropole XXI, Jakarta, Senin (24/03/2025).

Saa itu Mouly bersama sang suami yang juga bertindak sebagai produser, Rama Adi, punya kesempatan untuk mengajukan proposal pembiayaan dan program-program di berbagai festival film. Upayanya berbuah kerja sama co-production dengan tujuh negara.

“Kerja sama ini juga sebuah kemewahan yang luar biasa karena film ini tidak bisa dibuat tanpa co-production dan resources dari negara-negara itu!” tambahnya.

Perang Kota mengambil latar Jakarta pada tahun 1946, di masa Tentara Sekutu datang ke Indonesia diboncengi Belanda yang ingin kembali berkuasa. Di tengah krisis itu, hadir kisah cinta dan perselingkuhan.

Baca Juga: Aplikasi Wajib untuk Pemudik Lebaran 2025: Persiapkan Perjalanan dengan Mudah dan Nyaman

Isa (Chicco Jerikho) adalah guru biola yang menjadi pahlawan perang. Ia memiliki masalah impotensi dalam perkawinannya dengan Fatimah (Ariel Tatum).

Isa mendapat misi untuk menghabisi petinggi kolonial Belanda dalam usaha mempertahankan kemerdekaan bersama sahabatnya, Hazil (Jerome Kurnia).

Diam-diam, Hazil yang juga murid Isa itu jatuh cinta dan menjalin hubungan asmara dengan Fatimah. Bagaimana dinamika hubungan ketiganya itulah yang akan menjadi tema utama Perang Kota.

“Fokus dari film ini ada pada tiga karakter yang kuat, Isa, Fatimah, dan Hazil, di mana ketiganya terlibat dalam cinta, perjuangan, dan pengkhianatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X