7 Alasan Berteman di Usia 20-an dan 30-an Berbeda, Salah Satunya Tandanya Circle Pertemanan yang Semakin Kecil

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Senin, 5 Mei 2025 | 15:57 WIB
Ada perbedaan yang signifikan antara pertemanan di usia 20an dengan 30an. (Freepik)
Ada perbedaan yang signifikan antara pertemanan di usia 20an dengan 30an. (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Persahabatan di usia muda dengan saat sudah lebih dewasa, tidak selalu sama. Ini hal yang wajar dan tidak apa-apa.

Ketika kamu beranjak dari usia 20-an ke usia 30-an, kehidupan berubah. Begitu pula dengan orang-orang yang ada di sekeliling kamu.

Berikut adalah beberapa alasan perubahan itu terjadi, yang dapat membantu kamu menghadapinya dengan menghargai persahabatan yang benar-benar berarti.

  1. Prioritas hidup yang bergeser

Di usia 20-an, pertemanan sering kali hanya berkisar pada kedekatan, seperti teman kuliah, kolega kantor, atau circle pertemanan untuk bersenang-senang.

Namun, saat mulai berusia 30-an, pertumbuhan karier, tanggung jawab keluarga, dan tujuan pribadi mulai menjadi pusat perhatian.

Jadi, wajar jika teman-teman yang dekat mulai menjauh seiring dengan perbedaan jalan hidup.

Daripada merasa bersalah atau ditinggalkan, terimalah bahwa pergeseran prioritas adalah bagian dari proses pertumbuhan. Lagipula, persahabatan sejati akan tetap bertahan bahkan tanpa kontak setiap hari.

Baca Juga: Aturan Tak Tertulis Jika Kamu Berteman dengan Rekan Kerja di Media Sosial

  1. Kualitas lebih penting daripada kuantitas

Saat masih berusia 20-an, kamu mungkin membutuhkan komunikasi yang konstan via chat, telepon, atau bahkan hang out bersama. Namun, begitu masuk usia 30-an, kualitas menjadi lebih penting daripada kuantitas.

Mengobrol beberapa jam dalam sebulan, bisa terasa lebih bermakna daripada obrolan ringan setiap hari. Jadi, fokuslah untuk membangun hubungan yang lebih dalam daripada mempertahankan obrolan yang tidak ada habisnya.

  1. Lebih sedikit teman, lebih kuat ikatannya

Kamu mungkin menyadari saat berusia 30-an, lingkaran sosial mulai menyusut. Namun, sebenarnya pertemanan tersisa menjadi lebih kuat karena sudah terbukti dibangun di atas kepercayaan, rasa hormat, dan nilai-nilai yang sama.

Syukuri pertemanan yang lebih kecil ini. Lagipula, sekarang bukan saatnya mementingkan berapa banyak teman yang kamu miliki, tetapi berapa banyak yang benar-benar dapat kamu andalkan.

  1. Tahapan hidup tidak sama lagi

Di usia 30-an, beberapa teman mungkin sudah menikah, memiliki anak, pindah ke luar negeri, atau berganti karier. Jadi, wajar jika kamu mulai merasa “tidak nyambung” dengan teman-teman yang sekarang berada dalam tahap kehidupan yang berbeda.

Inilah saatnya untuk saling memberi ruang dan pengertian. Jika kamu dan teman saling memberikan dukungan emosional, hubungan pertemanan tetap akan terjaga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Times Life

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X