Orang di Kantor: Teman atau Kolega? Bisakah Rekan Kerja Jadi Teman?

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Jumat, 19 April 2024 | 22:00 WIB
Jaga komunikasi yang baik dengan rekan kerja dan atasan - Busurnusa.com
Jaga komunikasi yang baik dengan rekan kerja dan atasan - Busurnusa.com

PejuangKantoran.com - Sebagai pekerja profesional, interaksi dengan kolega adalah bagian besar dari pengalaman di tempat kerja, terlepas dari apakah kamu bertemu mereka setiap hari di kantor atau memiliki pengaturan kerja hybrid.

Bisakah – atau haruskah – hubungan profesional ini berkembang menjadi pertemanan yang melampaui diskusi kerja?

Meskipun persahabatan dapat meningkatkan kerja sama tim dan kepuasan kerja, ada juga kelemahan yang dapat terjadi jika kita mengaburkan batas antara pekerjaan dan hubungan pribadi.

Baca Juga: Pejuang Kantoran Singapura Boleh WFH-WFA Mulai 1 Desember 2024

Tak heran, banyak orang yang masih menyamakan semua orang yang dikenalnya sebagai teman, dibandingkan rekan kerja, klien, atau hanya seseorang yang mereka tahu. 

 

 

Apakah rekan kerja adalah teman?

Sulit untuk bertahan di tempat kerja tanpa menjalin pertemanan karena sebagian besar pekerja tertarik untuk bersosialisasi dan membina hubungan yang lebih dalam dengan rekan kerja mereka.

Namun, sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan kesejahteraan tempat kerja Telus Health menemukan bahwa lebih dari separuh pekerja di Singapura tidak memiliki hubungan yang saling percaya di tempat kerja, sehingga menyebabkan perasaan terisolasi dan kesepian.

Selain itu, Indeks Kesehatan Mental TELUS menemukan bahwa satu dari 10 pekerja di Singapura tidak merasa dihargai dan dihormati oleh rekan kerja mereka dan 60 persen lebih mungkin melaporkan bahwa kesehatan mental mereka berdampak buruk terhadap produktivitas mereka di tempat kerja.

Indeks tersebut juga menunjukkan bahwa 41 persen pekerja di Singapura merasa tidak yakin bahwa pelecehan, intimidasi, konflik tidak sehat, dan perilaku berbahaya lainnya dapat diselesaikan dengan cepat dan adil di tempat kerja mereka. Hal ini menambah daftar alasan mengapa beberapa orang mungkin lebih berhati-hati dalam menjalin persahabatan yang tulus dengan rekan kerja mereka.

Baca Juga: Ini 15 Perusahaan Terbaik Versi LinkedIn: Bidang Perbankan dan Keuangan Bisa Bantu Kamu Kembangkan Karier

Dalam wawancara dengan Yahoo Finance Singapura, Paula Allen, Global Leader of Research & Client Insights di TELUS Health, mengatakan penting untuk mempertimbangkan dua risiko utama sebelum menjalin persahabatan dengan kolega Anda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Yahoo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X