Ingin Private Intimate Wedding Seperti Luna Maya? Perlu Jasa Wedding Planner dan Berikut Tips Memilihnya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 9 Mei 2025 | 11:26 WIB
Private inteimate wedding seperti pernikahan Luana Maya dan Maxime Bouttier perlu jasa wedding planner. ( (IG Luna Maya))
Private inteimate wedding seperti pernikahan Luana Maya dan Maxime Bouttier perlu jasa wedding planner. ( (IG Luna Maya))

Pejuangkantoran.comPernikahan Luna Maya dengan Maxime Bouttier menjadi perhatian khalayak. Pernikaha mereka disiarkan secara langsung di Youtube, walaupun sebenarnya awalnya konsep pernikahan mereka adalah private intimate wedding, seperti yang disampaikan Luna Maya dan dikutip oleh Kompas.com (7/52025).

Pernikaha Luna dan Maxime yang dilangsungkan di resor COMO Shambala Estate, Gianyar, Bali ini memadukan tradisi Jawa, Beli, dan Eropa. Konsep ini tak lepas dari latar belakang budaya dan etnis keduanya.

Membuat konsep dalam pernikahan bukanlah perkara gampang dan bisa dikerjakan oleh psangana mempelai. Karena kedua mempelai mestinya lebih fokus menyiapkan mental dan fisik menjaelang hari H pernikahan.

Oleh karena itu peran wedding planner dalam hal ini sangat penting. Secara garis besar, tugas utama wedding planner adalah membantu pasangan calon pengantin dalam merencanakan, mengatur, dan menjalankan acara pernikahan agar berjalan lancar dan sesuai harapan.

Baca Juga: Benarkah Peraturan Baru Kemenag Melarang Pernikahan di Hari Sabtu, Minggu, & Libur? Cek Faktanya!

Tugas-tugas utama mereka secara rinci yang wajib kamu ketahui idelanya adalah sebagai berikut:

  1. Konsultasi awal
  • Memahami visi, tema, anggaran, dan preferensi pasangan.
  • Memberikan ide dan rekomendasi sesuai kebutuhan klien.
  1. Perencanaan dan pengaturan anggaran
  • Membuat rincian anggaran.
  • Mengelola pengeluaran agar tidak melebihi batas.
  1. Pemilihan dan koordinasi vendor
  • Mencarikan vendor seperti katering, dekorasi, fotografer, make-up artist, MC, musik, dsb.
  • Menegosiasikan harga dan menandatangani kontrak.
  1. Pembuatan timeline acara
  • Menyusun jadwal dari persiapan hingga hari-H.
  • Memastikan semua pihak mengikuti jadwal yang telah disepakati.
  1. Koordinasi hari-H
  • Mengelola jalannya acara, termasuk gladi resik, urutan acara, dan penanganan situasi tak terduga.
  • Menjadi penghubung antara pasangan dan vendor.
  1. Dekorasi dan konsep visual
  • Membantu mewujudkan konsep pernikahan (misalnya rustic, glamor, tradisional).
  • Memastikan semua elemen visual saling mendukung.
  1. Manajemen tamu
  • Membantu menyusun daftar tamu.
  • Kadang juga mengurus undangan, suvenir, dan seating arrangement.
  1. Dokumentasi dan legalitas (opsional)
  • Jika dibutuhkan, bisa membantu dalam pengurusan dokumen pernikahan resmi.

Namun tentu saja poin-poin di atas tidak selalu semua bisa dan akan di-handle oleh wedding planner. Karena, bisa saja poin seperti seating arrangement itu dilakukan oleh pemilik hajat. Biasanya terkait dengan tamu VVIP, wedding planner bisa membantu dalam pelaksanaannya.

 Baca Juga: Beda Pandangan Gen Z dan Generasi Milenial soal Tempat Perayaan Pernikahan

Tips Memilih Wedding Planner

Bagi kamu yang berencana menikah, mencari wedding planner tentulah bukan perkara yang bisa dianggap sepele.

Ini karena memilih wedding planner yang baik, benar, dan tepat sangat penting agar proses pernikahan berjalan lancar dan sesuai impian. Berikut tips memilihnya:

  1. Pahami Kebutuhanmu

Untuk memahami apa yang kamu dan calon pasangan kamu butuhkan, tentukan dulu:

  • Butuh jasa full service (dari awal sampai hari-H) atau hanya koordinasi hari-H?
  • Pernikahan tradisional, modern, atau tema khusus?
  1. Lihat Portofolio dan Testimoni
  • Cek portofolio: Lihat hasil kerja sebelumnya melalui media sosial, situs web, atau brosur.
  • Perhatikan konsistensi gaya: Apakah sesuai dengan selera dan konsep kamu?
  • Baca review/testimoni: Utamakan testimoni dari klien nyata, bukan yang terlalu sempurna tanpa detail.
  1. Cek Pengalaman dan Kredibilitas
  • Wedding planner berpengalaman biasanya lebih siap menghadapi kendala teknis dan emosional.
  • Cek apakah mereka punya jaringan vendor terpercaya dan terbiasa kerja dengan budget tertentu.
  1. Komunikasi yang Baik
  • Pilih planner yang responsif, jelas dalam menjawab, dan terbuka menerima masukan.
  • Harus bisa membuatmu merasa nyaman dan didengar.
  1. Transparansi Biaya
  • Minta rincian biaya sejak awal.
  • Waspadai bila ada yang tidak mau menyebutkan harga atau terlalu banyak “biaya tambahan” tersembunyi.
  1. Punya Kontrak Kerja Resmi
  • Harus ada hitam di atas putih mengenai ruang lingkup kerja, timeline, biaya, pembatalan, dan tanggung jawab masing-masing pihak.
  1. Lihat Chemistry dan Kepercayaan
  • Kamu akan banyak berinteraksi dengan mereka, jadi penting ada chemistry atau kecocokan secara personal dan profesional.
  1. Minta Rekomendasi
  • Tanya teman, keluarga, atau forum online yang pernah menggunakan jasa wedding planner. Pengalaman orang lain bisa jadi pertimbangan berharga.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: kompas.com, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X