Liburan Sekolah di Depan Mata, Destinasi Asia Tenggara Jadi Favorit Wisatawan

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 25 Mei 2025 | 15:01 WIB
TInggalkan semua gadget saat liburan. Inilah saatnya detoks digital. (Guitar_Tawatchai)
TInggalkan semua gadget saat liburan. Inilah saatnya detoks digital. (Guitar_Tawatchai)

PejuangKantoran.com - Memasuki musim liburan sekolah, minat masyarakat untuk bepergian ke berbagai destinasi populer di Asia Tenggara menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan analisis data selama periode libur Lebaran 2025, sejumlah tren menarik muncul seputar perilaku wisatawan, mulai dari waktu pemesanan, pilihan destinasi, hingga preferensi akomodasi.

Menurut Amelia Virginia, Marketing Manager dari salah satu aplikasi perjalanan terkemuka di Indonesia, destinasi seperti Penang, Bali, Bangkok, dan Manila menjadi pilihan favorit para pelancong. “Destinasi regional yang ramah untuk keluarga dan pasangan terus menjadi magnet utama saat musim liburan tiba,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa wisatawan kini lebih selektif dalam menentukan tujuan liburan, mempertimbangkan faktor harga, kenyamanan, serta manfaat dari program loyalitas dan promo.

Baca Juga: Netflix Punya Fitur Pencarian Baru Pakai AI di Layar TV, Cari Film pun Bisa Pakai Bahasa Sehari-hari

Empat Tren Utama Perjalanan Saat Libur Lebaran 2025

1. Pesan Lebih Awal untuk Pilihan Terbaik
Lebih dari 65% pengguna aplikasi perjalanan melakukan pemesanan tiket dan hotel dalam waktu 30 hari sebelum keberangkatan. Pola last-minute ini berisiko terhadap harga dan ketersediaan layanan, terutama saat musim puncak. Perencanaan lebih awal sangat disarankan untuk menghindari keterbatasan pilihan.

2. Perjalanan Internasional Meningkat Berkat Fleksibilitas Maskapai
Selama periode Lebaran, jarak tempuh penerbangan pengguna mencapai total 684 juta kilometer, setara dengan mengelilingi bumi sekitar 17 ribu kali. Akses ke ratusan maskapai global memberikan keleluasaan lebih besar bagi pengguna dalam memilih rute dan waktu tempuh yang paling efisien.

3. Pengguna Manfaatkan Poin dan Promo untuk Efisiensi Biaya
Pengumpulan poin loyalitas mencapai lebih dari 360 juta selama musim libur, dengan rata-rata penukaran senilai Rp230 ribu per transaksi. Promo-promo yang tersedia pun banyak dimanfaatkan, mencerminkan betapa pentingnya insentif dalam pengambilan keputusan pembelian tiket maupun akomodasi.

Baca Juga: 3 Sinyal Kelelahan Ini yang Sering Terabaikan Saat Mengejar Kesuksesan, Justru Malah Dikira Tanda Kemalasan

4. Liburan Keluarga dan Pasangan Masih Jadi Andalan
Sebagian besar pemesanan kamar hotel adalah untuk dua orang, dengan rata-rata pengeluaran sekitar Rp1,1 juta per malam. Mayoritas pelancong berasal dari kalangan usia 24–55 tahun, mencerminkan dominasi wisatawan yang bepergian bersama keluarga atau pasangan.
Fitur seperti bundling tiket dan hotel, serta filter akomodasi berbasis anggaran dan kebutuhan, terbukti memudahkan dalam merancang liburan yang lebih personal dan nyaman.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X