PejuangKantoran.com - Memasuki musim liburan sekolah, minat masyarakat untuk bepergian ke berbagai destinasi populer di Asia Tenggara menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan analisis data selama periode libur Lebaran 2025, sejumlah tren menarik muncul seputar perilaku wisatawan, mulai dari waktu pemesanan, pilihan destinasi, hingga preferensi akomodasi.
Menurut Amelia Virginia, Marketing Manager dari salah satu aplikasi perjalanan terkemuka di Indonesia, destinasi seperti Penang, Bali, Bangkok, dan Manila menjadi pilihan favorit para pelancong. “Destinasi regional yang ramah untuk keluarga dan pasangan terus menjadi magnet utama saat musim liburan tiba,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa wisatawan kini lebih selektif dalam menentukan tujuan liburan, mempertimbangkan faktor harga, kenyamanan, serta manfaat dari program loyalitas dan promo.
Baca Juga: Netflix Punya Fitur Pencarian Baru Pakai AI di Layar TV, Cari Film pun Bisa Pakai Bahasa Sehari-hari
Empat Tren Utama Perjalanan Saat Libur Lebaran 2025
1. Pesan Lebih Awal untuk Pilihan Terbaik
Lebih dari 65% pengguna aplikasi perjalanan melakukan pemesanan tiket dan hotel dalam waktu 30 hari sebelum keberangkatan. Pola last-minute ini berisiko terhadap harga dan ketersediaan layanan, terutama saat musim puncak. Perencanaan lebih awal sangat disarankan untuk menghindari keterbatasan pilihan.
2. Perjalanan Internasional Meningkat Berkat Fleksibilitas Maskapai
Selama periode Lebaran, jarak tempuh penerbangan pengguna mencapai total 684 juta kilometer, setara dengan mengelilingi bumi sekitar 17 ribu kali. Akses ke ratusan maskapai global memberikan keleluasaan lebih besar bagi pengguna dalam memilih rute dan waktu tempuh yang paling efisien.
3. Pengguna Manfaatkan Poin dan Promo untuk Efisiensi Biaya
Pengumpulan poin loyalitas mencapai lebih dari 360 juta selama musim libur, dengan rata-rata penukaran senilai Rp230 ribu per transaksi. Promo-promo yang tersedia pun banyak dimanfaatkan, mencerminkan betapa pentingnya insentif dalam pengambilan keputusan pembelian tiket maupun akomodasi.
4. Liburan Keluarga dan Pasangan Masih Jadi Andalan
Sebagian besar pemesanan kamar hotel adalah untuk dua orang, dengan rata-rata pengeluaran sekitar Rp1,1 juta per malam. Mayoritas pelancong berasal dari kalangan usia 24–55 tahun, mencerminkan dominasi wisatawan yang bepergian bersama keluarga atau pasangan.
Fitur seperti bundling tiket dan hotel, serta filter akomodasi berbasis anggaran dan kebutuhan, terbukti memudahkan dalam merancang liburan yang lebih personal dan nyaman.
Artikel Terkait
Tempat Nongkrong Baru di Singapura buat yang Mau Short Getaway di Tanggal Merah Bulan Mei
Aldy Maldini Akui Sudah Kembalikan Uang Penggemar, Minta Maaf soal Event Dinner yang Gagal
Museum Saka di Jimbaran Masuk Daftar Tujuh Museum Terindah Dunia 2025 versi Prix Versailles
Tom Cruise Adalah Aktor Terkaya Hollywood Saat Ini. Berapa Gaji Terbesarnya dan Dari Film Apa?
3 Tempat Belanja Oleh-Oleh Murah Meriah di Singapura Selain Mustafa Centre dan Bugis Street
Tiga Alasan Rizky Billar dan Lesti Kejora Mau Tampil Sebagai Cameo di Film 'Cocote Tonggo'
Lepas dari Kontroversi, Sukatani Kembali Hadir dengan Lagu Soundtrack Film 'Angkara Murka'
Sulit Dapatkan Rating 17 Tahun, Anggy Umbara Enggan Meniru Strategi PH Lain untuk Film 'Gundik'
Joko Anwar Gandeng Dua Sutradara Baru untuk Garap Film Terbarunya, Legenda Kelam Malin Kundang
Diinspirasi dari Podcast Horor, Selepas Tahlil Mengisahkan Teror Jenazah yang Bangkit Usai Pemakaman