Dikemas sebagai Animasi 2D, 'Panji Tengkorak' Digarap Keroyokan oleh 250 Pekerja Seni!

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Kamis, 28 Agustus 2025 | 09:07 WIB
Film animasi Panji Tengkorak diangkat dari komik legendaris karya Hans Jaladara. (Instagram.com/falconpictures_)
Film animasi Panji Tengkorak diangkat dari komik legendaris karya Hans Jaladara. (Instagram.com/falconpictures_)

PejuangKantoran.com - Tahun 2025 bisa dibilang tahun di mana industri film tanah air mulai melirik genre animasi. Setelah kesuksesan Jumbo yang memegang predikat film Indonesia terlaris sepanjang masa, makin film panjang animasi makin banyak bermunculan di bioskop.

Di awal tahun, rilis Zanna: Whisper of Volcano Isle (Januari 2025), lalu Jumbo (Maret 2025), Warkop DKI Kartun (Juni 2025), Merah Putih: One for All (Agustus 2025), dan yang akan rilis 28 Agustus 2025, Panji Tengkorak.

Kabar gembira lainnya, ragam animasinya pun bervariasi mulai dari 2D hingga 3D sehingga penonton diedukasi dan diberi pilihan animasi seperti apa yang paling dinikmati.

Baca Juga: Gunakan Metode STAR Bisa Membuat CV Lebih Menarik dan Menonjol Dibandingkan Pelamar Lain

Cerita Panji Tengkorak diadaptasi dari komik legendaris karya Hans Jaladara yang pertama kali terbit pada tahun 1968. Film mengangkat kisah heroik dan kelam seorang pendekar bernama Panji.

Disutradarai oleh Daryl Wilson, Panji Tengkorak menghadirkan jajaran aktor ternama sebagai pengisi suara, seperti Denny Sumargo, Aghniny Haque, Donny Damara, Aisha Nurra Datau, dan Cok Simbara.

Sebagai penguat rasa, lagu Bunga Terakhir karya Bebi Romeo yang dinyanyikan oleh Iwan Fals dan Isyana Sarasvati dipilih sebagai OST.

Animasi yang dihadirkan Panji Tengkorak adalah animasi 2D yang menggabungkan teknik matte painting. Ada alasan khusus mengapa jenis ini yang dipilih.

“Kami memilih 2D dari 3D karena ini cerita silat, yang akan banyak adegan gore. Kalau 3D, akan terlalu cute, seperti Kungfu Panda. Nuansa gelap yang ada di cerita nanti tidak dapat.

"Pendekatannya ini biar kayak animasi Jepang,” terang Frederica, produser film di acara gala premiere Panji Tengkorak di Epicentrum XXI, Jakarta, Jumat (22/08/2025).

Proses penggarapan animasi 2D ini bukan berarti lebih mudah dibanding 3D. Dibutuhkan waktu 2 tahun dan melibatkan 250 orang dari berbagai lintas profesi (tidak hanya animator) untuk menyelesaikan.

Baca Juga: Rahasia Supaya Kamu Tidak Terlihat Sibuk Namun Tetap Produktif. Coba Aplikasi Pelacakan Waktu!

Bukan hal yang mudah untuk menjaga semangat tim produksi yang begitu banyak untuk tidak kendor dalam proses pengerjaan yang panjang.

“Terima kasih untuk Pak Hans yang sudah menciptakan karakter yang luar biasa. Dulu waktu kecil, saya baca komiknya. Menarik karena dulu belum ada superhero yang anti hero pada saat itu. Visioner sekali!"terang sutradara Daryl Wilson.

"Itu jadi tantangan sekaligus beban buat saya dan tim kreatif di belakang produksi ini. Ini karya kita garap, kalau mulai dari naskah, kita mulai 3 tahun yang lalu. Pengerjaan produksi melibatkan 250 personil yang 2 tahun yang fokus diproduksi ini.

Menurutnya, film ini bukan hanya dikerjakan oleh para animator tetapi juga character designer, voice actor, pembuat musik, storyboard artist, dan masih banyak lainnya. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X