Ryan Coogler Ungkap Cerita Asli Black Panther 2 Sebelum Chadwick Boseman Wafat

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 4 Januari 2026 | 11:20 WIB
Kelanjutan film Black Panther 3 Marvel Studios, Franchise Wakanda terus berlanjut, arah cerita yang telah dibangun oleh sutradara dan penulis skenario Ryan Coogler pasca-kepergian Boseman.*
Kelanjutan film Black Panther 3 Marvel Studios, Franchise Wakanda terus berlanjut, arah cerita yang telah dibangun oleh sutradara dan penulis skenario Ryan Coogler pasca-kepergian Boseman.*

PejuangKantoran.com - Sutradara Black Panther, Ryan Coogler, baru-baru ini membuka tabir tentang naskah asli sekuel Black Panther 2 yang sempat ia tulis jauh sebelum kematian sang pemeran utama, Chadwick Boseman, pada 2020.

Rencana cerita yang awalnya dirancang itu tidak pernah sampai ke layar lebar karena tragedi tersebut, namun kini Coogler membagikan bagaimana film itu sebenarnya akan berbeda dari Black Panther: Wakanda Forever yang kita kenal sekarang.

Coogler menjelaskan bahwa naskah awal, yang terdiri dari sekitar 180 halaman, menitikberatkan cerita pada hubungan emosional antara T’Challa dan putranya yang masih kecil.

Dalam versi ini, sang pangeran Wakanda dijadwalkan mengikuti sebuah tradisi bernama “Ritual of Eight”sebuah upacara kuno di mana seorang anak usia delapan tahun harus menghabiskan delapan hari di alam liar bersama ayahnya, menjalani tantangan dan belajar satu sama lain.

Baca Juga: Ditonton 170 Ribu Penonton di Minggu Pertama, 'Dusun Mayit' Bikin Amanda Manopo Kapok Naik Gunung

Rencana tersebut akan membuat T’Challa tidak hanya menjadi raja dan pejuang Wakanda, tetapi juga ayah yang harus menyeimbangkan tugasnya sebagai pemimpin dengan membimbing putranya melalui pengalaman hidup yang intens.

Ketika ritual itu berlangsung, cerita awal itu akan mempertemukan mereka dengan ancaman dari Namor, musuh yang sama yang muncul di versi Wakanda Forever, namun dikembangkan dengan cara yang berbeda. 

Sayangnya, Boseman, yang didapuk untuk kembali memerankan T’Challa, terlalu sakit untuk membaca naskah tersebut sebelum kematiannya akibat kanker usus besar. Coogler pun harus mengubah seluruh arah cerita setelah kehilangan aktor itu, yang berujung pada Wakanda Forever (2022) yang fokus pada karakter lain dan tema duka cita atas kepergian T’Challa. 

Baca Juga: Bukan Sekadar Hiburan, Ini Manfaat Kesehatan Menyusun Puzzle Jigsaw untuk Otak Kamu

Coogler mengaku sangat menyayangi naskah awal tersebut dan tetap bangga dengan visinya, karena ia menulis cerita itu dengan penuh empati dan kedalaman emosional terhadap karakter yang diperankan Boseman. Ia juga membagikan bahwa hubungan kerja dan persahabatan mereka sangat memengaruhi proses kreatif dan keputusan yang ia ambil setelah tragedi itu terjadi. 

Ungkapan jujur Coogler ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi penggemar Black Panther, tetapi juga menunjukkan seberapa besar dampak pribadi dan profesional Chadwick Boseman terhadap dunia film dan cerita Marvel yang belum sempat terealisasi. Selain itu, cerita ini memberi gambaran tentang bagaimana sebuah tragedi nyata mengubah arah sebuah franchise besar, dan bagaimana pembuat film berupaya menghormati warisan aktor ikonik tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X