Libur Akhir Tahun Banyak yang Road Trip, Michelin Ingatkan Faktor Keselamatan Ini

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Jumat, 26 Desember 2025 | 08:10 WIB
Ganti ban mobil ketika alur kembang ban sudah dangkal. (Freepik)
Ganti ban mobil ketika alur kembang ban sudah dangkal. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Meningkatnya mobilitas masyarakat selama liburan akhir tahun membuat road trip menjadi pilihan favorit untuk bepergian bersama keluarga maupun kerabat.

Namun, perjalanan jarak jauh dengan durasi lebih panjang menuntut persiapan yang matang, terutama di tengah musim hujan yang menghadirkan tantangan tambahan seperti jalan licin dan jarak pandang terbatas.

Michelin Indonesia mengingatkan bahwa keselamatan road trip tidak hanya bergantung pada rute dan tujuan, tetapi juga pada kesiapan kendaraan serta pengemudi sebelum perjalanan dimulai. Mulai dari kondisi ban, pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh, hingga kesiapan fisik pengemudi dan penumpang, semuanya berperan penting dalam menjaga perjalanan tetap aman dan nyaman.

Baca Juga: 7 Cara Merawat Sepatu Lari yang Basah Karena Hujan Agar Sepatumu Awet

Ban Jadi Fondasi Keselamatan Berkendara

Ban merupakan komponen utama keselamatan karena menjadi satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Dalam konteks road trip akhir tahun, peran ban menjadi semakin krusial karena kendaraan digunakan lebih intens, menempuh jarak lebih jauh, dan sering membawa muatan lebih berat dibanding penggunaan harian.

Pada kendaraan bermesin konvensional, ban yang optimal membantu menjaga stabilitas dan kenyamanan saat berkendara jarak jauh dengan beban penuh. Sementara pada kendaraan hybrid, ban berperan menjaga keseimbangan antara kenyamanan, stabilitas, dan efisiensi energi. Adapun pada kendaraan listrik, bobot kendaraan yang lebih berat serta torsi instan membuat daya cengkeram dan struktur ban menjadi faktor penting dalam menjaga kendali kendaraan.

Memasuki musim hujan, risiko selip dan aquaplaning juga meningkat. Dalam kondisi ini, kemampuan ban mencengkeram jalan basah atau wet grip menjadi aspek krusial. Desain tapak dan kedalaman alur ban yang optimal membantu mengalirkan air, menjaga kontak dengan aspal, serta mengurangi risiko kehilangan kendali saat pengereman atau bermanuver.

“Pada perjalanan jarak jauh, terutama saat kendaraan membawa muatan lebih dan digunakan lebih lama dari biasanya, kondisi ban menjadi semakin krusial. Wet grip yang optimal membantu pengendara menjaga kendali kendaraan di jalan basah, terlepas dari teknologi kendaraan yang digunakan,” ujar Mochammad Fachrul Rozi, Product Manager Michelin Indonesia.

Baca Juga: Dikira bakal Jadi Pesepakbola, Kristo Immanuel Kaget Diminta Jadi Burung di 'Garuda Di Dadaku'

Persiapan Kendaraan Sebelum Berangkat

Sebelum memulai road trip, Michelin Indonesia menyarankan pengendara melakukan pemeriksaan ban secara menyeluruh, mulai dari tingkat keausan, tekanan angin sesuai rekomendasi, hingga memastikan ban cadangan dalam kondisi layak pakai. Tekanan angin ban perlu diperhatikan secara khusus karena tekanan yang terlalu rendah dapat menyebabkan ban cepat panas dan meningkatkan risiko pecah ban, sementara tekanan yang terlalu tinggi dapat mengurangi kenyamanan dan daya cengkeram.

Pemeriksaan tekanan angin sebaiknya dilakukan saat ban masih dalam kondisi dingin dan disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan kendaraan. Untuk mobil, informasi tekanan angin umumnya terdapat pada stiker di pilar B sisi pengemudi atau di bagian tutup tangki bahan bakar.

Selain ban, kondisi kendaraan secara keseluruhan juga perlu dipastikan, termasuk oli mesin, sistem pengereman, cairan pendingin, wiper, serta fungsi seluruh lampu kendaraan. Kendaraan juga disarankan dilengkapi perlengkapan keselamatan seperti segitiga pengaman, rompi reflektor, dongkrak, kunci roda, alat pemadam api ringan, serta kotak P3K dan senter untuk kondisi darurat.

Baca Juga: Ingin Jadi Volunteer di Java Jazz Festival? Ini Kesempatanmu Bergabung di Balik Layar Event Jazz Terbesar Asia

Faktor Pengemudi Tak Kalah Penting

Michelin Indonesia juga menekankan bahwa keselamatan road trip sangat dipengaruhi oleh faktor manusia. Pengemudi perlu memastikan kondisi fisik yang prima, menghindari konsumsi alkohol, dan beristirahat secara berkala selama perjalanan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X