Pejuangkantoran.com – Pasti kamu cukup sering mendengar alasan orang yang tidak minum kopi karena asam lambung, GERD, jantung berdebar, dan sebagainya. Kopi secara umum memang tidak disarankan bagi mereka yang punya GERD, lambungnya sensitif, punya tekanan darah tinggi, atau kondisi medis tertentu
Namun, ada kopi yang sebenarnya relatif lebih aman bagi kamu yang punya kondisi seperti di atas. Pilihannya adalah kopi decaf atau decaffeinated coffee.
Kopi decaf (decaffeinated coffee) adalah kopi yang kandungan kafeinnya telah dikurangi secara signifikan melalui proses tertentu, tanpa menghilangkan karakter dasar kopi (aroma, rasa, dan body) secara total.
Karena pada dasarnya kafein dalam kopi lah yang bisa menjadi salah satu pemicu asam lambung naik, meningkatkan produksi asam lambung ringan, atau mempercepat pengosongan lambung (yang bagi sebagai orang memicu refluks, asam lambung naik).
Pada umumnya, kopi biasa mengandung kafein antara 70-120 mg kafein per cangkir. Sementara kopi decaf umumnya hanya 2-7 mg kafein per cangkir.
Proses pengurangan kadar kafein secara signifikan dalam kopi dilakukan saat kopi belum disangrai (roasting), saat masih berupa green bean. Metode yang dilakukan untuk men-decaf kopi adalah dengan cara:
Baca Juga: Waspada! Sering Minum Kopi Ini Bisa Bikin Kolesterol Naik, Kata Ahli
- Swiss Water Process
- Menggunakan air dan porses osmosis.
- Tanpa bahan kimia.
- Kafein larut, senyawa rasa bisa dipertahankan.
- Dianggap paling “natural”, tapi biaya lebih mahal.
- CO₂ Process
- Menggunakan karbon dioksida bertekanan tinggi.
- Sangat selektif mengikat kafein.
- Kualitas rasa relatif paling stabil.
- Umum pada produksi skala besar.
- Solvent-based (Ethyl Acetate atau Methylene Chloride)
- Menggunakan pelarut untuk menarik kafein.
- Paling efisien dan murah.
- Aman secara regulasi, tapi sering dipersepsikan “kurang alami”.
Proses ini tentu punya konsekuensi selain menurunnya kadar kafein, yaitu body kopi (rasa kopi yang kental/berat) akan menurun dan kompleksitas aroma bisa berkurang.
Dua hal tersebut umumnya tidak diinginkan oleh penikmat kopi. Namun begitu, ada tips supaya kopi decaf kamu masih cukup bisa menyenangkan sensorik kamu, yaitu:
- Pilih biji arabika berkualitas, idealnya single origin atau blend premium (rasa lebih bersih dan kompleks).
- Gunakan metode seduh yang menonjolkan rasa, seperti pour-over atau French press.
- Perhatikan tanggal sangrai, biji lebih segar, maka rasa lebih kuat, lebih mirip kopi biasa.
- Memilih decaf dengan proses Swiss Water, karena rasanya lebih alami dan paling mendekati rasa kopi biasa.
***
Artikel Terkait
Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi, Khususnya Ibu Bekerja yang Perlu Asupan Kafein?
Kopi Americano Konon Bakal Menggantikan Tren Kopi Susu Gula Aren. Apa Hubungannya Dengan Tentara Amerika?
Aman Nggak Sih, Minum 2-3 Cangkir Kopi Sehari? Jawabannya Ternyata Tidak Sesederhana Itu
Buat Barista Dadakan di Kantor, Ini Bedanya Pour-Over dan Drip Coffee: Dari Rasa hingga Kafein
Sama-Sama Mengandung Kafein, Mengapa Matcha Lebih Cocok Untuk Membuat Fokus Lebih Tajam Dibanding Kopi?
Dirty Latte Menu Kopi yang Sedang Tren yang Awalnya Dibuat Karena Keluhan Pelanggan