- Umumnya Garmin lebih akurat untuk jarak dan pace riil
- Strava bisa berbeda karena:
- Algoritma smoothing;
- Koreksi elevasi berbasis peta (bukan sensor barometer);
- Segment trimming (start–stop dipotong).
Contoh umum:
- Garmin: 10,02 km
- Strava: 9,95 km atau 10,08 km
Perbedaannya bukan karena “salah”, tapi metode hitung berbeda.
3. Elevasi (tanjakan/turunan)
- Garmin dengan barometer sehingga secara umum lebih presisi.
- Strava sering memakai elevation correction berbasis peta digital.
Untuk analisis tanjakan (hill repeat, trail, marathon course), Garmin lebih bisa diandalkan.
4. Waktu dan moving time
- Garmin mencatat waktu aktual aktivitas.
- Strava sering menghitung moving time (diam sebentar bisa dihapus).
Akibatnya:
- Pace Strava bisa tampak lebih cepat.
- Garmin lebih mencerminkan kondisi riil lomba.
jadi untuk simulasi lomba dan evaluasi stamina, Garmin lebih relevan.
5. Heart rate dan beban latihan
- HR dan training load berasal dari sensor Garmin.
- Strava hanya menampilkan ulang, kadang dengan interpretasi berbeda.
Untuk monitoring kesehatan dan progress, Garmin jauh lebih dapat dipercaya.
Dari penejlasan di atas, tidak pada tempatnya jika menjawab mana yang lebih bisa dipercaya, sebab masing-masing punya kelebihan tersendiri meskipun ada sejumlah data yang diambil sama. Rekomendasi sederhananya:
- Jadikan Garmin sebagai “buku catatan resmi”.
- Gunakan Strava sebagai “papan skor dan motivasi”.
***
Artikel Terkait
Ini Daftar Manfaat Adanya Fitur GPS Built In di Sport Watch atau Smart Watch
Tren Baru: Anak Muda dan Perempuan Dominasi Aktivitas Olahraga di Strava
Pengguna Smartwatch yang Aktif Olah Raga, Rawat Gadgetmu Dari Dampak Keringat Berikut Ini!
Ini Alasan-alasan Mengapa Smartwatch Kamu Wajib Punya Fitur Sistem Navigasi Satelit GNSS!
Bagi yang Serius Olah Raga Lari, Pilihlah Smartwatch dengan Dual-band GNSS. Ini Alasannya!
8 Panduan Praktis Bagi Weekend Runner Agar Tetap Aman dan Sehat Dalam Latihan Lari