"Almarhumah ayah saya seorang pendongeng yang setiap malam mendongengkan saya cerita seperti Buto Ijo dan banyak lagi. Saat kecil, saya ingat betul ingin cepat jadi orang dewasa karena ingin menaklukkan dunia.
"Jadi, spirit seperti itu jadi landasan untuk belajar hal baru sepanjang hidup saya sampai hari ini!” terang lulusan Desain Produk Universitas Trisakti ini.
Dorongan untuk mencoba hal baru dan kecintaannya terhadap film sci-fi inilah yang membuat Upie bertekad menyelesaikan film yang skenarionya akhirnya ditulis oleh Alim Sudio itu.
Baca Juga: 8 Series Baru Vidio untuk 2026: Unggulkan Arya Saloka, Angga Yunanda, hingga Baskara Mahendra
Sebagai orang tidak memiliki latar belakang sekolah film, Upie Guava mengaku tidak tahu bagaimana proses produksi film sci-fi.
“Saat film ini dibuat, kita hanya tahu tujuan yang mau dikejar. Kita coba seideal mungkin. Cuma how to-nya jujur aja, saat itu, tidak tahu. How to-nya kita cari. Jadi, buat sebagian orang, proses kerja saya di sini dibilang nekad!” pungkas Upie.
Pelangi di Mars akan menjadi film Lebaran tahun ini, dengan bintang Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, Livy Renata, dan Myesha Lin.
Artikel Terkait
Lowongan Kerja Jadi Tim Creative /Editor untuk Kerja Bareng Nanakoot, Siapa Minat?
Bukan Ngisi TTS atau Main Game, Ini Jenis Kegiatan yang Bikin Otak Tajam sampai Tua!
Latihan Wall Sit Sangat Bermanfaat Bagi Pelari yang Peduli Dengan Lututnya
Agility Quotient, ketika Karyawan yang Agile Lebih Cepat Beradaptasi dengan Perubahan
Kenapa Mie Imlek Tak Boleh Dipotong? Ini Maknanya
Kenapa Umat Katolik Terima Abu di Dahi? Ini Arti Sebenarnya Rabu Abu
Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Kamu Punya Agility Quotient Tinggi? Apa Ciri-cirinya?