PejuangKantoran.com - Jangan terpaku pada judul film yang menggunakan kata hantu. Ghost In The Cell jauh dari kesan film horor atau setan yang tiba-tiba bikin efek jump scare.
Film yang ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar ini lebih banyak membuat penonton tertawa akan jalan cerita atau dialognya yang penuh satir.
Walau penuh dengan satir dan adegan-adegan gore (sadis dan berdarah-darah), yang terasa setelah menonton film ini bukan seperti sedang digurui atau dibuat merenung karena filmnya yang depresif.
Baca Juga: Terinspirasi Sejak Syuting Filmnya, Maudy Ayunda Sumbang Lagu Karyanya untuk OST 'Para Perasuk'
Secara keseluruhan, Ghost In The Cell justru sangat menghibur. Sulit untuk tidak kagum dengan kreativitas Joko Anwar meramu film.
Ghost In The Cell dibuka dengan Dimas (Endy Arfian), jurnalis yang baru saja pulang liputan dari hutan di Kalimantan. Ia berusaha menyelesaikan artikel tentang pembalakan hutan liar agar segera naik cetak.
Namun ketika artikelnya diperiksa oleh pemimpin redaksinya, Endy (Rio Dewanto), Dimas malah terkena amukan karena fokus tulisan tidak sesuai dengan yang diinginkan.
Hanya saja ketika Dimas sedang merevisi artikelnya, tiba-tiba Endy mati terbunuh secara sadis di ruang kantornya. Dimas pun masuk penjara dengan tuduhan pembunuhan.
Di penjara Labuan Angsana, situasi Dimas tidak kalah tertekan. Di dalam salah satu penjara paling terkenal itu, sangat sulit untuk bertahan hidup tanpa jadi depresi. Geng napi saling bersaing adu kekuatan, ditambah lagi para penjaga korup yang sama sekali tidak menolong.
Dimas diincar oleh Tokek (Aming), narapidana yang seorang predator seks. Namun, sebelum melakukan aksi kekerasan terhadap Dimas, Tokek keburu mati dengan cara yang sama sadisnya dengan yang dialami Endy.
Baca Juga: Main Jadi Suami KDRT di Film 'Suamiku, Lukaku', Baim Wong Sempat Bikin Acha Septriasa Shock
Yang lebih mengerikan, satu per satu para napi yang tidak dapat menahan emosi kemarahannya pun mati terbunuh secara mengerikan di dalam penjara. Seolah ada kekuatan tak terlihat yang membuat penjara itu semakin jatuh ke dalam kekacauan.
Keadaan tersebut membuat resah Anggoro (Abimana Aryasatya), tahanan yang banyak melindungi para napi tertindas. Bersama beberapa tahanan lainnya, Anggoro mencari tahu mengapa pembunuhan-pembunuhan itu terjadi setelah Dimas masuk lapas.
Tak ada jalan keluar lain, kini para napi, dari pembunuh, pencuri, dan penipu berbalik saling bekerja sama untuk bertahan hidup.
Ghost In The Cell, yang juga dibintangi oleh Lukman Sardi, Mike Lucock, Kiki Narendra, Morgan Oey, Tora Sudiro, Arswendy Bening Swara, Dimas Danang Suryonegoro, hingga Bront Palarae, akan tayang di bioskop pada 16 April 2026.
Artikel Terkait
Peminat Membludak, Jepang Hentikan Permohonan Visa untuk Pekerja Asing di Sektor Restoran
Belajar dari Dugaan Kasus Pelecehan Seksual oleh 16 Mahasiswa FH UI, Kita Wajib Tahu Definisi dan Kategori Pelecehan Seksual
Canva Buka Lowongan Kerja Product & Localization Lead untuk Pasar Indonesia, Mau Tahu Tugasnya?
Efek Coachella: Streaming Justin Bieber Melejit ke Rekor Tertinggi di 2026
Pusbuk Buka Lowongan Kerja dan Seleksi Pengisi Suara Buku Audio 2026, Kesempatan untuk Talenta Voice Over
Komnas Perempuan Buka 2 Lowongan Kerja, Ini Posisi yang Tersedia dan Cara Melamarnya
Lapar Sih Pagi-pagi, Tapi Ini Deretan Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Sarapan