PejuangKantoran.com - Setelah sukses dengan Tunggu Aku Sukses Nanti dan Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah, Rapi Films kembali menghadirkan film drama keluarga berjudul Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan.
Film ini berkisah tentang bagaimana setiap anggota keluarga memilih untuk mencintai meski sang ibu mulai memudar ingatannya.
Diceritakan, Yuke Yolanda (Lulu Tobing) seorang guru dan ibu tiga anak yang menghadapi Alzheimer. Secara perlahan, ia mulai lupa akan hal-hal kecil seperti menggosok gigi dengan pembersih muka, atau membeli minyak dan beras di pasar sampai dua kali.
Namun, Yuke mulai merasa ada ketidakberesan dengan ingatannya ketika ia lupa jalan pulang ke rumah. Sampai-sampai, ia meninggalkan anak bungsunya, Karlo (Jordan Omar), di pasar dan mengakibatkan epilepsi sang anak kumat.
Yuke akhirnya tidak bisa lagi menyembunyikan penyakitnya kepada suaminya, Aldo (Ibnu Jamil) dan ketiga anaknya, Kesha (Yasmin Napper), Kenya (Shofia Shireen), dan Karlo.
Dari situ, penulis Alim Sudio dan sutradara Kuntz Agus mengeksplorasi ketakutan manusia yang paling mendasar, yaitu dilupakan oleh orang yang paling kita cintai.
“Film ini ingin memotret kepingan ingatan yang sering kita anggap sepele, namun sebenarnya itulah harta paling berharga yang kita miliki,” ujar Kuntz Agus, saat konferensi pers Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan di Epicentrum XXI, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Dipercaya memerankan ayah dengan tiga anak, Ibnu Jamil mengaku banyak gaya pengasuhan untuk anak-anaknya sendiri yang ia gunakan sebagai referensi pendalaman karakter.
Begitu juga pembagian tugas dalam pola pengasuhan anak. Pihak istri memiliki pendekatan yang lebih detail hari per harinya.
Baca Juga: Karya Film Pendek Reza Rahadian Tayang di La Semaine de la Critique 2026, Festival Film Cannes
“Iya lagi, saya adalah seorang ayah dan suami dari istri saya. Saya memberikan kebebasan yang cukup besar pada anak-anak untuk memilih apa yang mereka suka, pendidikannya, sampai mungkin, dia lagi dekat dengan siapa.
"Saya tidak pernah, dalam tanda kutip, mengatur, tetapi lebih pada mengarahkan. Itu yang saya pakai pada karakter Aldo yang juga lebih memantau anak-anaknya. Ibaratnya seperti CCTV," ujar suami Ririn Ekawati ini.
Sedangkan pola asuh pihak ibu, menurut Ibnu lebih detail dan lebih punya rasa. Hal itu juga ia terapkan dalam kehidupan pribadinya. Bedanya, selepas beraktivitas dalam sehari, suami istri akan kembali kompak.
"Sebelum tidur itu pasti akan menjadi tempat paling nyaman bagi suami istri untuk curhat atau ngobrol. Itu momen-momen yang berharga karena nantinya saya dan istri akan selamanya, sedangkan anak-anak akan pergi, punya kehidupan masing-masing!” tutup Ibnu Jamil.
Artikel Terkait
10 Keterampilan Yang Mendukung Kemampuan Adaptif Supaya Kamu Tetap Bisa Optimis Dengan Masa Depan!
Rahasia Intelijen Lepas “Suci Tanah Pembantaian”, Kritik Sosial dalam Ledakan Metal Alternatif
Kedutaan Besar Prancis di Jakarta Buka Lowongan Asisten Mission de Défense, Simak Detail dan Syaratnya
Jurusan Teknik Kini Resmi Jadi “Rekayasa”, Ini Alasan Kemendiktisaintek Mengubah Namanya
Bukan Modal Uang, Namun Social Capital Sangat Berharga dan Tak Tergantikan di Kantor!
7 Pilar Utama Dalam Membangun Trust di Kantor yang Wajib Kamu Terapkan!
Karyawan Meta Protes, Perusahaan Memasang Teknologi Pelacakan Pergerakan Mouse di Laptop Mereka