Karya Film Pendek Reza Rahadian Tayang di La Semaine de la Critique 2026, Festival Film Cannes

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Rabu, 13 Mei 2026 | 09:11 WIB
Empat film pendek karya empat sutradara Indonesia akan ditayangkan di Semaine de la Critique, Festival Film Cannes. (Instagram @asmaraabigail/Dibuat dengan AI)
Empat film pendek karya empat sutradara Indonesia akan ditayangkan di Semaine de la Critique, Festival Film Cannes. (Instagram @asmaraabigail/Dibuat dengan AI)

PejuangKantoran.comNext Step Studio Indonesia 2026 merupakan program perdana dari La Semaine de la Critique (bagian dari Festival Film Cannes di Perancis) yang akan menampilkan empat film pendek karya sutradara Indonesia (Khozy Rizal, M. Reza Febriansyah, Reza Rahadian dan Shelby Kho) yang berkolaborasi dengan sutradara Asia Tenggara.

Di edisi pertama, program diplomasi kebudayaan antara Perancis dan Indonesia ini kolab bareng Kawan Kawan Media (Yulia Evina Bhara dan Amerta Kusuma) bersama program kurator Dominique Welinski (DW) untuk memproduseri keempat film pendek dari para sutradara tersebut.

“Jadi, butuh waktu lebih dari dua tahun buat saya untuk meyakinkan (pihak Semaine de la Critique) bahwa ini waktunya mampir ke Indonesia. Jadi, program Next Step Studio adanya di section lain di Director’s Fortnight dan sudah diadakan selama 10 tahun.

Baca Juga: Kenapa Kimberly Ryder Ngaku Series 'Ikhlas Paling Serius' Relate Banget dengan Kehidupannya?

"Ketika Filipina jadi negara yang menjadi country of focus, saya tuh ingin sekali mengajak ke Indonesia. Ayo dong, banyak talent dan cerita di Indonesia!” terang Yulia Evina Bhara, saat konferensi pers program ini di Institut Français Indonesia, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Ketika akhirnya diplomasi dan persuasi Yulia berhasil, ia bersama program director festival pun memilih para sutradara yang akan terlibat. Syaratnya, film digarap oleh sutradara yang baru menyutradarai proyek film panjang pertama atau kedua.

Kolaborasi ini menjadi semakin menarik karena sutradara pendatang baru tersebut tidak sendiri menggarap film, tetapi ditandemkan dengan sutradara dari negara-negara di Asia Tenggara.

Sutradara yang dipasangkan ini juga akan mengembangkan ide cerita bersama dan menuangkan ide tersebut ke dalam skenario.

Khozy Rizal, sutradara yang sudah memenangkan banyak penghargaan di setiap karya film pendeknya, menggarap film berjudul Mothers Are Mothering bersama sutradara dari Singapura, Lam Li Shuen.

Cerita Mothers Are Mothering diangkat dari pengalaman pribadinya saat melihat ibunya yang sangat menikmati waktu berkumpul dengan teman-teman di perkumpulan arisannya. Film ini dibintangi oleh Happy Salma, Asmara Abigail, dan Yudi Ahmad Tajudin.

Baca Juga: Film Shaka On Shaka Hadirkan Kisah Cinta Rocker dan Fansnya dengan Nuansa Konser Musik

Reza Rahadian bersama sutradara muda dari Filipina, Sam Manacsa, menggarap film pendek berjudul Annisa, yang diangkat dari kehidupan nyata seorang gadis buta yang bermimpi untuk bisa menyanyi di atas panggung.

“Saya bertemu dengan Annisa ketika sedang syuting film. Saya jatuh cinta pada anak ini, semangatnya, spiritnya, hidupnya, dan kemudian membuat ceritanya. Saya coba menceritakan itu,” ujar Reza Rahadian.

Reza meng-casting Nazyra C. Noer sebagai ibunda Annisa karena wajahnya yang mirip dengan ibunda Annisa yang asli. Selain itu, hadir pula Choirunnisa Fernanda dan Shakeel Fauzi.

Original Wound digarap oleh Shelby Kho bersama sutradara dari Myanmar, Sein Lyan Tun. Film tersebut dibintangi oleh Agnes Naomi, Omara Esteghlal, dan Vivian Idris.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X