Haico Van Der Veken Berakting sebagai Kembar di Series Bercinta dengan Maut (The Other Sister)

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Selasa, 26 Mei 2026 | 16:03 WIB
Series original pertama iQIYI, Bercinta dengan Maut (The Other Sister) bisa disaksikan di berbagai platform mulai 29 Mei 2026. (iQIYI)
Series original pertama iQIYI, Bercinta dengan Maut (The Other Sister) bisa disaksikan di berbagai platform mulai 29 Mei 2026. (iQIYI)

PejuangKantoran.com - Kini pilihan series original semakin banyak setelah salah satu streaming platform asal Tiongkok, iQIYI, kini mulai memproduksi sendiri serialnya secara eksklusif.

Produksi pertamanya adalah series Bercinta dengan Maut (The Other Sister), yang dibintangi oleh Haico Van Der Veken, Maxime Bouttier, Teuku Rassya dan Dinda Kirana.

Menurut Dinesh Ratnam, Senior Managing Director iQIYI for SEA, ini series lokal pertama mereka di Indonesia. Pihaknya yakin dengan jalan ceritanya yang berani, dan bukan drama biasa. Di dalamnya ada unsur misteri, cinta, balas dendam, dan rahasia keluarga.

Baca Juga: Meski Terbebani Kesuksesan Film Pertama, Bayu Skak Pede dengan Pesan 'Sekawan Limo 2: Gunung Klawih'

"So it's a special story. Kami yakin cerita ini akan menarik buat penonton Indonesia. Alasan kedua, karena emosinya tetap lokal. 

"Walaupun genre-nya misteri tapi konflik-konfliknya seputar konflik keluarga, relationship and love conflict yang kami rasa dekat dengan penonton Indonesia,” ujar Dinesh, saat konferensi pers di CGV Grand Indonesia, Kamis (21/5/2026).

Bercinta dengan Maut mengangkat cerita tentang perjalanan Raya (Haico Van Der Veken) yang menyamar sebagai Anna, saudara kembarnya yang meninggal secara misterius.

Raya percaya jika kematian Anna bukanlah kecelakaan, melainkan karena ada unsur kesengajaan. Raya merasa ada pihak dari keluarga suami Anna, Aldo Ardana (Maxime Bouttier), yang menginginkan Anna meninggal.

Di series ini Haico memerankan dua karakter, sebagai Raya dan Anna. Meskipun kembar, keduanya punya perbedaan karakter. Raya karakternya lebih tegas, berani dan ekstrovert.

"Kebalikannya dengan Ana yang lebih pendiam and very reserved. Tidak banyak ngomong dan kalau ngomong soft spoken. Dia juga introvert dan agak pemalu.

Baca Juga: Mengapa Sitha Marino Pilih Film Horor 'Kamu Harus Mati' sebagai Debut Aktingnya di Layar Lebar?

"Kalau harus pilih mana yang lebih dekat dengan saya, mungkin ke Raya. Yang menarik buat saya adalah perjalanan dendamnya Raya, finding out siapa sebenarnya yang membunuh Anna, karena itu adalah misi dia dari awal hingga akhir series,” ucap aktris kelahiran Bali, 18 Februari 2002 ini.

Saat menggarap series 10 episode ini, sutradara Dom Dharmo tidak memungkiri referensi dari drama-drama Tiongkok bertemakan jatuh cinta dengan CEO yang sempat viral itu juga ia gunakan sebagai treatment-nya.

Secara teknis, Dom memikirkan bagaimana pergerakan kamera, blocking, framing, dan tone warna dalam membangun atmosfir misteri, intensi, dan emosional masing-masing karakternya.

“Kita mainin bahasa visual melalui pergerakan kamera. Ada pergerakan kamera yang akan menjadi benang merah dari episode 1 sampai 10. Itu sengaja saya bikin biar emosinya terasa lebih dalam lagi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X