10 Langkah yang Harus Dilakukan Seorang Manajer Ketika Menemukan Anggota Tim Dengan Self-Efficacy Tinggi

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 13 Juli 2026 | 09:54 WIB
ketika menemukan anggota tim dengan self-efficacy yang tinggi, seorang manajer harus meperlakukannya dengan tepat agar menjadi aset penting perusahaan/organisasi. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
ketika menemukan anggota tim dengan self-efficacy yang tinggi, seorang manajer harus meperlakukannya dengan tepat agar menjadi aset penting perusahaan/organisasi. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Sebagai manajer/pimpinan, pernahkah kamu menjumpai anggota tim yang ketika diberi tugas/pekerjaan baru, selalu terlihat antusias dan kerap menyelesaikannya dengan baik? Jika pernah, berarti anggota tim kamu itu kemungkinan besar punya self-efficacy yang tinggi.

Ini adalah keyakinan seseorang terhadap kemampuan dirinya untuk menyelesaikan tugas, menghadapi tantangan, atau mencapai tujuan tertentu. Orang dengan keyakinan seperti ini umumnya lebih percaya diri dalam menghadapi tantang, seperti tugas/pekerjaan baru.

Ia juga tak mudah menyerah saat mengalami kegagalan. Baginya kegagalan atau kesulitan justru menjadi peluang untuk belajar. Karena itu, orang dengan self-efficacy yang tinggi lebih termotivasi untuk mencapai tujuan.

Orang dengan seperti ini adalah aset berharga bagi organisasi/Perusahaan. Mereka lebih mudah mengatasi tuntutan pekerjaan, aktif memanfaatkan sumber daya kerja, work engagement-nya tinggi, tahan terhadap stres dan burnout, sehingga kemungkinan besar kinerjanya lebih baik.

Jika ada anggota tim dengan self-efficacy tinggi, layak untuk dipertahankan. Ini karena umumnya kontribusi mereka lebih besar bagi organisasi/Perusahaan.

Seorang manajer/pemimpin harus mampu memanfaatkan potensi mereka secara optimal tanpa membuat mereka mengalami kelelahan (burnout) atau menjadi terlalu percaya diri (overconfidence).

Baca Juga: 9 Faktor Penting yang Bisa Membuat Work Engagement Karyawan Meningkat yang Wajib Diketahui Manajer

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan pemimpin.

  1. Berikan tantangan yang lebih besar (stretch assignment)

Karyawan dengan self-efficacy tinggi umumnya berkembang ketika diberi tugas yang sedikit berada di luar zona nyamannya. Berikan mereka kepercayaan untuk memimpin proyek lintas divisi, menjadi penanggung jawab implementasi sistem baru, atau menangani klien strategis.

Ini penting, karena jika mereka terus diberi pekerjaan rutin yang mudah, mereka dapat kehilangan motivasi dan mengalami kebosanan.

  1. Berikan otonomi yang lebih besar

Self-efficacy tinggi biasanya diikuti rasa percaya bahwa mereka mampu mengambil keputusan.

Hindari micromanagement, lebih baik kamu menetapkan tujuan yang jelas, menjelaskan batas kewenangan, atau memberikan kepercayaan dalam memilih cara mencapainya.

Baca Juga: Catat, Karyawan dengan Self-Efficacy Tinggi Itu Aset Penting Organisasi/Perusahaan! Ini Ciri dan Alasannya!

  1. Jadikan role model atau mentor

Banyak orang belajar melalui observational learning. Oleh karena itu, keberhasilan seseorang dapat menjadi contoh bagi orang lain.Karyawan dengan self-efficacy tinggi dapat diberi tugas mendampingi karyawan baru, menjadi mentor, berbagi praktik terbaik, atau memimpin sesi berbagi pengetahuan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X