Feed video vertikal ini tampilan beranda, menggantikan antarmuka pengguna berbasis carousel yang ada. Jadi, tampilan inilah yang pertama kamu lihat saat membuka Spotify, meskipun masih dengan tombol untuk mengakses fitur pencarian dan library.
Perubahan UI (User Interface) Spotify ini pasti akan ditafsirkan secara luas dan disederhanakan sebagai tiruan page “For You"-nya TikTok.
Namun, sebenarnya Spotify dan TikTok tidak memiliki tujuan yang sama dengan feed pencarian mereka ini.
Kalau kamu meluncurkan feed "For You" di TikTok, aplikasi ingin membuat kamu terus menonton, menelusuri video demi video. Prinsip feed adalah memberi pengalaman, dan diarahkan untuk menahan pengguna selama mungkin.
Baca Juga: Biaya Operasional Lampaui Pendapatan, Spotify Memberhentikan 6 Persen Karyawannya Secara Global
Berbeda dengan feed baru Spotify. Spotify ingin pengguna mendengarkan musik dan podcast yang direkomendasikannya. Pengguna bisa men-tap untuk mendengarkan secara penuh, dan mendorong pengguna menambahkan konten ke library-nya.
Jadi, feed Spotify ini lebih ke feed pencarian daripada feed konsumsi. Keberhasilannya dapat diukur dengan seberapa cepat pengguna memanfaatkannya, bukan berapa lama mereka menghabiskannya.
Barangkali, feed Spotify justru lebih mirip yang dilakukan Netflix dengan klip pratinjaunya. Meskipun UI-nya mirip, hasilnya sangat berbeda dengan apa yang dilakukan TikTok dengan feed "For You".
Artikel Terkait
Lowongan Kerja Sr. JavaScript Full-Stack Software Engineer di Autobahn
Mengenal SID atau Single Investor Identification, Syarat Membeli Sukuk Ritel SBN SR018
Munggahan, Tradisi Kumpul Keluarga Menjelang Ramadan bagi Masyarakat Sunda
7 Perempuan Hebat yang Membuktikan Wanita Itu Hebat dan Pantas Jadi Bos di Kantor
Niatnya Mendalami Karakter, Acha Septriasa Malah Didiagnosa Punya Problem Kesehatan Mental
Cara Cepat Mendapat Pekerjaan: Lamar Pekerjaan untuk Berbagai Posisi Sebanyak-banyaknya!