Selain itu, Aghniny merasa film ini relate banget karena merupakan kepercayaan lokal di kota asalnya, Semarang. Kakek-neneknya sering bercerita tentang Kandang Bubrah, suatu pesugihan di mana pengikutnya harus selalu merenovasi rumah sepanjang tahun.
Menurutnya, di Semarang masih banyak orang yang tinggal seorang diri di rumah besar. Seringkali mereka menderita sakit yang tidak diketahui penyebabnya, dan rumah mereka selalu diperbaiki tapi tidak pernah beres.
"Di depan rumah, selalu ada tumbukan semen. Bahkan, eyang aku pernah dikirimin sampai perutnya membesar. Jadi, cerita film ini dekat dengan kehidupan aku," katanya.
Berbeda lagi dengan Jourdy Pranata, yang punya cerita sendiri mengapa tertarik untuk bermain di film produksi Visionari Capital dan Relate Films ini.
Baca Juga: Guardians of The Galaxy Akhirnya Tayang di Indonesia: Jangan Lupa Nonton
Berperan sebagai perawat, pria yang mengawali karier sebagai asisten penata kostum di film Pertaruhan (2017) ini mengaku tidak sabar untuk menjalani workshop sebagai perawat.
Menurutnya, hal tersebut sangat menarik dan jika bukan karena film ini tidak mungkin ia bisa tahu detail pekerjaan sebagai perawat.
“Waktu ditawari peran perawat, saya tanya ada workshop-nya? Ternyata ada. Jadi, aku belajar bagaimana menjahit kulit (prosedur operasi), cara mengukur tensi, cara merawat lansia.
"Itu seru banget! Juga kita belajar lelahnya jadi perawat. Ternyata capeknya luar biasa!” pungkas Jourdy. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Apa Sih Sebenarnya Pekerjaan Para Bangsawan di Kerajaan Inggris?
LinkedIn Bisa Bikin Pekerja Merasa Punya Karier yang Gagal, Ini Alasannya!
Lepas Image Komika, Fico Fachriza Tampil Total sebagai Anak Berkebutuhan Khusus di Film Terbaru
Perkiraan Biaya Penobatan Raja Charles III yang Akan Dibebankan pada Pembayar Pajak
Suka Suka Saya, Resto Indonesia di LA yang Menyajikan Mie Instan sebagai Hidangan Fusion
Modus Penipuan Baru! Cuma Like dan Subscribe YouTube, Berujung Diminta Transfer Jutaan Rupiah