Menurut Dian Uswatina dalam tesisnya “Akulturasi Budaya Jawa dan Islam (Kajian Budaya Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Keraton Surakarta Hadiningrat Masa Pemerintahan Paku Buwono XII)”, Malam 1 Suro di Keraton Surakarta dilakukan dengan cara bersyukur, merenung, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di Masjid Pujasana.
Pada masa Paku Buwono XII, dilakukan juga upacara kirab pusaka Malam 1 Suro seminggu sekali setiap Jumat dengan mengelilingi bagian dalam keraton.
Namun, pada 1973, Presiden Soeharto meminta kepada Sinuhun untuk turut berdoa demi ketentraman negara. Sejak saat itu, Sinuhun Paku Buwono XII mulai melaksanakan kirab pusaka di luar keraton dan mengikutsertakan kebo bule yang dianggap sebagai bentuk pusaka keraton yang bernyawa.
Kebo bule merupakan turunan dari hewan kesayangan Paku Buwono II. Hewan unik tersebut merupakan hadiah dari Kyai Hasan Besari Tegalsari Ponorogo.
Secara turun-temurun kebo bule menjadi cucuk lampah atau pengawal pusaka keraton bernama Kyai Slamet sehingga masyarakat menyebutnya kebo bule Kyai Slamet.
Saat kirab Malam 1 Suro, banyak orang berdesak-desakan dan berebut mengambil kotoran kebo bule yang dianggap dapat membawa berkah dan keselamatan.
Baca Juga: Bolos Kerja 20 Tahun, Profesor Italia Dipecat dari Pekerjaannya
2. Yogyakarta
Di sini, salah satu tradisi perayaan Malam 1 Suro adalah melakukan kirab dengan membawa keris dan benda pusaka sebagai bagian dari iring-iringan.
Selain itu, ada pula tradisi mubeng beteng atau mengelilingi benteng keraton. Menurut Hersapandi dkk dalam “Suran: Antara Kuasa Tradisi dan Ekspresi Seni”, tradisi ini kemungkinan besar terpengaruh oleh pradaksina dan prasawya dalam Hindu dan Buddha.
Pradaksina adalah ritual berjalan kaki mengelilingi benteng sesuai arah jarum jam, sedangkan prasawya sebaliknya, yaitu berjalan kaki mengelilingi benteng kebalikan arah jarum jam.
Pradaksina secara simbolis berarti memohon kebutuhan lahiriah dan prasawya lebih bersifat ilmu kesempurnaan hidup atau batiniah.
3. Cirebon
Malam 1 Suro di kota ini diperingati oleh Keraton Kanoman dengan menggelar pembacaan Babad Cirebon dan pencucian benda pusaka.
Setelah itu, tradisi dilanjutkan dengan ziarah ke makam Sunan Gunung Jati di Desa Astana, kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.
Artikel Terkait
IKEA Buka Lowongan Country Marketing Manager, buat yang Pingin Suasana Kantor yang Homy
Banyak Peserta Kesulitan Tes Bahasa Inggris untuk Rekrutmen Bersama BUMN, Berapa Nilai Minimumnya?
Bocoran Tes Bahasa Inggris Rekrutmen Bersama BUMN, Langsung dari Peserta Tes Hari Pertama
Presiden Jokowi Tiba-Tiba Reshuffle Kabinet, Siapa Sosok Menkominfo Baru yang Jadi Sorotan?
Begitu Binance Memberhentikan 1.000 Karyawan, Harga Bitcoin Langsung Anjlok
Sering Kebagian Peran Menangis, Prilly Latuconsina Coba Peran Cewek Konyol di Cinta Dua Masa
Tahun Baru Islam 2023 Tinggal 2 Hari Lagi, Ini 3 Doa yang Bisa Dibaca di Akhir Tahun Hijriah
Allen & Co.'s Conference, “Summer Camp” ala Orang Kaya di Dunia. Siapa Saja yang Datang?
4 Tips Menjaga Kesehatan Mental saat Kuliah di Luar Negeri dari Alumni Beasiswa Chevening
Cara untuk Mulai Berinvestasi untuk Investor Pemula, Segera Mulai Agar Uang Makin Cepat Bertumbuh!