Apa yang Dirayakan Umat Hindu di Bali pada Hari Raya Kuningan, Sabtu, 12 Agustus 2023?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 12 Agustus 2023 | 10:05 WIB
Ilustrasi: Umat Hindu di Bali merayakan kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan) pada Hari Raya Kuningan yang jatuh pada Sabtu, 12 Agustus 2023. (Unsplash/Ruben Hutabarat)
Ilustrasi: Umat Hindu di Bali merayakan kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan) pada Hari Raya Kuningan yang jatuh pada Sabtu, 12 Agustus 2023. (Unsplash/Ruben Hutabarat)

PejuangKantoran.com - Hari ini, Sabtu, 12 Agustus 2023, umat Hindu di Bali merayakan Hari Raya Kuningan 2023.

Hari Raya Kuningan ini selalu dikaitkan dengan Hari Raya Galungan. Apakah kedua hari suci ini berkaitan satu sama lain?

Sebagai orang yang suka sekali berlibur ke Bali, apakah kamu tahu apa makna Hari Raya Kuningan?

Baca Juga: Tradisi Unik Perayaan 17 Agustus di Berbagai Daerah, dari Pacuan Kuda hingga Sepak Bola Api

Mengutip situs web Alidmd.com, Hari Raya Kuningan adalah hari suci dalam agama Hindu yang diperingati setiap enam bulan atau 210 hari sekali.

Atau dalam Kalender Bali, di mana satu bulan terdiri atas 35 hari, hari suci ini diperingati pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan yang jatuh pada 10 hari setelah Hari Raya Galungan.

Hari Raya Kuningan merayakan apa?

Pada intinya, hari raya umat Hindu di Bali ini merayakan kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan). Itu juga melambangkan saat roh leluhur mengunjungi kerabat mereka di bumi.

Pemujaan atas kemenangan ini ditujukan kepada para Deva dan Pitara agar turun melaksanakan pensucian serta mukti, atau menikmati sesajen-sesajen yang dipersembahkan.

Umat Hindu meyakini bahwa kemenangan dharma atas adharma yang telah dirayakan setiap Galungan dan Kuningan harus diserap dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar diwacanakan.

Galungan umumnya terjadi dua kali setahun, di mana setiap perayaan berlangsung selama 10 hari. Pada saat itu keluarga bergabung untuk mengunjungi pura, dan melakukan perjalanan bersama untuk merayakannya.

Dikisahkan pula bahwa pada Hari Raya Kuningan Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan) memberkati dan memberikan kemakmuran bagi seluruh dunia.

Banyak orang percaya bahwa perayaan itu harus dilakukan sebelum tengah hari, sebelum para dewa dan dewi kembali ke langit untuk melanjutkan pertapaan mereka.

Baca Juga: Tradisi Unik Perayaan 17 Agustus di Berbagai Daerah, dari Pacuan Kuda hingga Sepak Bola Api

Bagaimana merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: gianyarkab.go.id, Bali Buddies, Vilondo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X