Sedangkan In-gyu yang sejak kecil mengalami masalah di telinganya, dan harus memakai alat bantu dengar, terbiasa dikucilkan dalam pergaulan karena kekurangan fisiknya itu.
Min-ju sendiri gadis yang cenderung menarik diri karena merasa kurang cantik dan menarik, kurang pandai di sekolah. Ia sering canggung jika berkomunikasi dengan teman pria, terutama Nam Si-heon yang diam-diam ditaksirnya.
Dia yang merasa tidak punya apa-apa untuk dibanggakan, secara drastis berubah ketika Jun-hee berada dalam dirinya. Min-ju berubah menjadi periang dan menawan, serta menarik perhatian banyak teman prianya.
Penonton akan dibuat bingung oleh plot-twist yang berganti-ganti antara tahun 1998 dan masa kini, misteri kesamaan identik antara tokoh-tokoh yang muncul, pergumulan, serta konflik yang dialami Min-ju, Si-heon, dan In-gyu.
Akting Jeon Yeo-been saat melakoni dua karakter yang bertolak belakang sangat apik. Kita bisa mengamati perubahan yang mengagumkan dari aktris cantik yang sebelumnya kita kenal karakternya dalam drama Vincenzo ini.
Dari Min-ju asli yang cara bicara, cara berjalan, dan sikapnya yang canggung, menjadi Min-ju dengan karakter Jun-hee yang ekstrover dan percaya diri.
Kerja keras Yeo-been dalam drama ini ditunjukkan lewat perubahan emosi yang ditampilkan dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Selamat! “Reborn Rich” dan “Extraordinary Attorney Woo” Masuk Nominasi Emmy Awards 2023
Lewat drama Korea garapan sutradara Kim Jon-won dan penulis naskah Choi Hio-bi ini, kita sedikit bisa memahami dinamika pikiran dan perasaan dalam diri remaja introver yang sedang mencari jati dirinya.
Bagaimana cara pandang Min-ju terhadap lingkungan sekitarnya, dan bagaimana ia memaknai kejadian-kejadian yang dialami, atau sikap yang ditampakkan orang lain terhadap dirinya.
Pada diri Min-ju, bagaimana perubahan-perubahan pengalaman turun-naik yang dialaminya membawa pada pemahaman baru yang lebih bermakna.
Guru dan orangtua tidak ada salahnya menengok drama ini untuk lebih mengenali dinamika anak-anak remaja. (Raya Susetyo)