Quiet Ambition, Saat Ambisi Karyawan Sudah Bukan Lagi tentang Gaji Tinggi atau Jabatan

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 4 Oktober 2023 | 11:16 WIB
Ilustrasi: Orang dengan quiet ambition tidak lagi memganggap kesuksesan terikat pada pencapaian jenjang karir di perusahaan. (Pexels/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi: Orang dengan quiet ambition tidak lagi memganggap kesuksesan terikat pada pencapaian jenjang karir di perusahaan. (Pexels/Andrea Piacquadio)

PejuangKantoran.com - Banyak yang berubah setelah pandemi melanda dunia selama beberapa tahun ini. Salah satunya adalah rasa pencapaian pribadi seseorang terhadap karirnya.

Pekerja saat ini sudah tidak terlalu ambisius, serta lebih berfokus pada pekerjaan dan faktor yang berkontribusi pada kepuasannya.

Fenomena ini disebut dengan quiet ambition atau ambisi yang tenang, yang bisa berarti bahwa kesuksesan tidak lagi terikat pada pencapaian karir di perusahaan.

Baca Juga: Jangan Panik Kalau Lupa User ID atau MPIN BNI Mobile Banking, Begini Cara Mudah Mengatasinya!

Meski sama-sama "quiet", tetapi quiet ambition tidak sama dengan quiet quitting, firing, atau constraint, yang menandakan penolakan atau perasaan tidak terlibat secara umum pada karyawan.

Namun, hal ini tetap menunjukkan adanya pergeseran pola pikir terhadap tujuan bekerja pada karyawan sekarang ini.

Apa itu quiet ambition?

Istilah yang dibuat oleh Fortune ini menggambarkan ketika seseorang tidak lagi bekerja keras semata-mata demi keuntungan perusahaan, melainkan demi impian yang sudah lama dipendam, atau pemenuhan kebutuhan pribadi.

Menurut Abby Lerner, salah satu pendiri agensi editorial merek Revel, pekerja sekarang lebih ingin membangun karir yang sesuai dengan bentuk kehidupannya.

“Ini tidak berarti pekerja meninggalkan segalanya dan berkeliling dunia demi kehidupan yang bebas kemewahan. Namun, ini mungkin berarti setiap orang baik-baik saja dengan jalur pertumbuhan yang berbeda,” katanya.

Jadi, saat ini cara tiap orang untuk menjadi “ambisius” sudah tidak lagi sama.

Abby memberi contoh, “Sukses bagi seseorang mungkin berarti mampu mematikan komputer di akhir pekan dan tidak memikirkannya. Bagi orang lain, itu mungkin menghasilkan sejumlah uang atau bekerja di perusahaan tertentu.”

Baca Juga: Mau Lancar Menjawab Wawancara untuk Seleksi Beasiswa LPDP? Pelajari Visi dan Misinya!

Quiet ambition terjadi ketika orang mencari tahu apa nilai-nilai dirinya, dan apa yang penting baginya.

Seperti banyak tren di tempat kerja, ambisi yang tenang didorong oleh peristiwa dan dampak pandemi Covid-19. Orang-orang dari seluruh dunia dihadapkan pada penyakit parah, kematian, dan perubahan hidup signifikan lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Worklife

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X