Di masa modern, warga Bethlehem atau Betlehem memelihara tradisi Natal.
Tradisi itu adalah festival lampu-lampu dan pohon-pohon Natal.
"Festival digelar di Manger Square," kata Bruder John Vinh OFM, biarawan Katolik dari ordo Saudara-saudara Dina Santo Fransiskus Asisi yang selalu mengikuti festival di Manger Square.
Lazimnya saat menyambut Natal di Bethlehem, ada juga parade anak-anak perempuan berkerudung membawa alat musik drum yang mereka mainkan di Manger Square.
"Tapi, pada Natal kali ini, semua itu tidak ada," kata Bruder John Vinh OFM.
Saat ini, di Manger Square hanya terlibat petugas keamanan Palestina yang berjaga.
Warga di kawasan itu, bahkan di seluruh Betlehem, enggan beraktivitas di luar rumah.
Lantaran hal itu, sudah barang tentu, tak ada.orang yang bersliweran di jalan-jalan kota Betlehem.
Bruder John Vinh OFM mengatakan bahwa Betlehem kini layaknya kota mati.
Bahkan, ironisnya, nyaris tak ada yang menyambut kelahiran Yesus Kristus di Bethlehem.
Sepinya Betlehem, kata Bruder John Vinh OFM, sebagaimana warta laman Associated Press edisi 24 Desember 2023, memang berkait dengan perang Israel versus Hamas yang belum kunjung usai, sampai dengan sekarang.
Menurut hemat Bruder John Vinh OFM, perang antara Israel versus Hamas lebih banyak kerugian dan melimpahnya kematian.
Ditambah dengan hawa dingin dan rintik-rintik hujan, julukan kota mati terkesan pantas disematkan untuk Betlehem, ujar Bruder John Vinh OFM.