PejuangKantoran.com - Akhirnya poster Siksa Kubur, film horor religi terbaru Joko Anwar, dirilis. Poster film ini menampilkan desain 12 pocong dan ular yang membentuk tengkorak.
Sesuai dengan tema filmnya, poster Siksa Kubur memberi gambaran pada penonton tentang kengerian yang ditampakkan dalam film, sekaligus betapa mencekamnya siksa kubur itu.
Baca Juga: Saham Google Turun Gara-gara Gemini, CEO Google Sundar Pichai Didesak untuk Mundur
Saat merilis posternya, Joko Anwar mengatakan bahwa kekuatan film Siksa Kubur akan fokus pada dua hal. Pertama, pada jalan cerita yang menarik dan tidak melenceng pada ajaran agama.
“Setelah 19 tahun bereksplorasi dan tak habis-habisnya belajar, juga mendengarkan masukan dari para penonton, saya bersama teman-teman ingin membuat film yang lebih punya makna,” terang Joko Anwar saat konferensi pers Siksa Kubur di Epicentrum XXI, Kuningan, Rabu (28/2/2024).
Menurutnya, dalam membuat film religi sutradara harus tetap berpegang pada ajaran agama, dan benar secara agama.
Itu menjadi tantangan tersendiri karena Joko Anwar ingin ceritanya relate tetapi juga berisi muatan sesuai yang kita pelajari dalam agama.
Baca Juga: Cara Mencairkan Saldo BPJS Ketenagakerjaan Secara Online melalui Situs BPJS dan Aplikasi JMO
“Sejak lahir, saya sebagai muslim. Dari kecil, sudah mendengar dan belajar tentang siksa kubur. Jadi, semuanya harus benar,” kata sutradara yang sudah berkarir di perfilman Indonesia selama 19 tahun ini.
Kekuatan kedua film Siksa Kubur ada pada karakterisasi yang kuat. Untuk hal terakhir ini, para pemain yang terlibat dalam film adalah pemain-pemain watak yang kemampuannya sudah diakui melalui berbagai macam penghargaan.
Sebut saja, Reza Rahadian yang akan berperan sebagai Adil, tahun lalu memenangkan Piala Citra sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik.
Selain itu juga ada pemain-pemain senior seperti Christine Hakim, Niniek L. karim, Slamet Rahardjo, dan Egi Fedly.
Baca Juga: Pengelolaan Keuangan, Generasi Z Pekerja Jalani 4 Gaya Hidup
Sedangkan aktor remaja diwakili oleh Widuri Puteri dan Muzakki Ramdhan.
“Kita kepingin semua karakter dihidupkan dengan sangat kuat sekali. Saya dan Tia Hasibuan (produser) betul-betul tidak pernah berhenti berterima kasih.