“So far, saya melihat hasilnya bagus,” terang Billy Christian, yang sebelumnya sukses menggarap film Losmen Melati.
Mengangkat kisah urban legend lokal tentang mitos anak-anak kecil yang tidak boleh keluar rumah menjelang maghrib, film ini ternyata menarik perhatian sebuah perusahaan distribusi film di Korea.
Fransen pun mengumumkan bahwa film Marni: The Story of Wewe Gombel akan tayang juga di Korea Selatan.
Baca Juga: Nvidia Kalahkan Microsoft dalam Kapitalisasi Pasar untuk Menjadi Perusahaan Paling Bernilai
“Sebenarnya di Asia, banyak hantu yang menarik jika diangkat ke film, seperti The Ring di Jepang atau Gyeosong di Korea Selatan, dan semua itu laku di dunia.
"Jadi, kami yakin Marni punya potensi untuk bisa terkenal dan disukai di dunia juga. Ini artinya industri film horor punya kesempatan untuk go international,” ujar Im Ha Jun dari JJ Global Group, partner investor RA Pictures.
Marni: The Story of Wewe Gombel digarap oleh rumah produksi SHEN Entertainment, RA Pictures, Legacy Pictures, A & Z Films dan JJ Global Group akan diputar di bioskop 27 Juni 2024. (Syanne Susita)