Tantangan Uwais Team Garap Adegan Fighting "Marni: The Story of Wewe Gombel" Tampak Natural

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 22 Juni 2024 | 15:45 WIB
Uwais Team, yang menggarap koreo fighting Marni The Story Of Wewe Gombel, ditantang membuat gerakan natural self-defense. (IMDb)
Uwais Team, yang menggarap koreo fighting Marni The Story Of Wewe Gombel, ditantang membuat gerakan natural self-defense. (IMDb)

PejuangKantoran.com - Satu lagi film horor produksi lokal yang bakal tayang di bulan Juni ini, yaitu Marni: The Story of Wewe Gombel.

Tak mau sekadar menjadi suguhan yang menakutkan penonton, film ini mencoba mengawinkan genre horor dengan action/laga.

Untuk menampilkan adegan-adegan laga yang memukau, produser Fransen Susanto mengajak tim koreo fighting yang ia anggap terbaik, yaitu Uwais Team. Ini kelompok koreografer seni bela diri bentukan Iko Uwais.

Baca Juga: TransJakarta Rute ke Bandara Soekarno-Hatta Melayani Penumpang hingga Pukul 24.00

As we know, Uwais Team merupakan salah satu tim terbaik untuk beladiri dan koreografi laga di Indonesia Raya ini.

"Aku bilang ke Uwais Team, bagaimana kalau kita gabungkan antara adegan horor dengan action-mu?

“Lantas kita gabungkan jadi satu. Ada horor, action dan dramanya!” ujar Fransen saat konferensi pers Marni: The Story of Wewe Gombel di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta (20/6/2024).

Fransen, yang mendirikan rumah produksi RA Pictures bersama Raffi Ahmad, merekrut Billy Christian sebagai sutradara.

Billy, yang dikenal dengan gaya penyutradaraannya yang stylish, memberi warna sinematografis yang berbeda pada film berdurasi 120 menit ini.

“Bekerja sama Uwais Team tentu saja menjad satu pengalaman yang menarik banget, ya. Yang saya komunikasikan dengan Iko dan tim, yang terpenting, adalah tokoh-tokoh ini tidak mempunyai latar belakang bela diri secara karakter dalam ceritanya itu.

Baca Juga: Muncul di Rolling Stone, Niki Zefanya Beberkan Pahitnya Cinta dalam Single Kedua Blue Moon

"Mereka fighting-nya jangan kelihatan... staged, menguasai bela diri gitu. Harus tampak natural self-defense. Terutama untuk Marni (Ismi Melinda), dia kan tukang jamu," ujar Billy.

Ia tidak ingin muncul pertanyaan mengapa Marni bisa jago silat? Atau Irma (Shareefa Danish) yang ODGJ, tetapi kenapa fight-nya tampak begitu rapi.

Itu yang ia sampaikan pada Iko Uwais, yaitu jangan sampai adegan fighting-nya tampak dikoreografi.

“Saya juga kasih PR ke Shareefa. ‘Kamu kan ODGJ, ya? Jadi berantemnya jangan kayak orang sudah berlatih fighting. Kamu harus merge into ODGJ yang membela diri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X