“’Kamu menikmati pujian orang-orang, kamu dengan bangganya senyum-senyum waktu orang-orang muji kayak gitu’.”
Menurut Eliza, sebenarnya komentar membandingkan semacam itu sering kita dengar dari orang-orang di sekitar kita. Namun siapa sangka, komentar itu bisa menimbulkan luka batin bagi orang seperti Rani.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Pria yang Selalu Melangkah Maju dan Memegang Kendali atas Hidupnya Sendiri
“Ternyata sebenarnya juga kita yang mungkin bikin karakter Rani jadi seperti itu. Jadi sebenarnya ada rasa nggak suka atau iri gitu, sih. ‘Dari dulu…’ -Nih dia ungkapin semua- ‘Aku tuh udah dari dulu kan, kamu selalu dipuja-puja orang, kamu bak ibu peri kayak gitu di mata orang-orang.
‘Tapi apa, kamu enggak bisa jagain suami kamu. Aku tuh lebih hot 10 kali, tanya sama mas Arif tuh’. Dia (Rani) benar-benar kayak gitu. Se-barbar itu. Itu ada di kontennya tuh, di konten tuh persis aslinya kayak gitu,” kata Eliza lagi.
Rani juga tidak berniat meminta maaf, meskipun sang ibu sudah mengatakan bahwa ia tidak hanya berzinah, tetapi juga membunuh anaknya sendiri (karena menggugurkan kandungan).
Hal itu membuat sang ibu merasa sudah gagal mendidik anaknya. Sambil menangis, tambah Eliza, sang ibu meminta Rani meminta maaf pada kakaknya. Rani bergeming.
“’Aku nggak salah, kok. Lho, ibu tuh selalu begitu dari dulu. Selalu aku yang salah. Ibu tuh harus ngerti dong, apa yang aku rasain’,” papar Eliza, yang kini punya 460.000 pengikut di Instagram.
Usai berdebat dengan sang ibu, menurut penuturan Eliza, Rani pergi dari rumah. Hal itu sudah merupakan tabiat Rani, jika terjadi sesuatu tidak pernah meminta maaf dan memilih untuk kabur dari rumah.
Baca Juga: Indonesia Punya Hari Libur Nasional Terbanyak di Asia Tenggara, Cek Sisa Cuti Bersama Tahun Ini!
“Nah, ini yang benar-benar Rani hilang sih. Terus ibunya pas Rani ngilang, ibunya sakit. Ternyata Rani ini adalah anak kesayangan ibunya,” jelas Eliza.
Ia berusaha menyimpulkan, mungkin sang ibu merasa sangat kecewa karena anak kesayangannya justru telah menyakiti hati keluarganya.
Di bagian ending Ipar Adalah Maut yang asli, Nisa memilih untuk tinggal di Surabaya untuk merawat ibundanya, dan menitipkan putrinya, Raya (Alesha Fadillah) bersama Aris. Rani kelak merantau ke Jakarta.