Dengan demikian, penonton pasti akan menyukai film Heartbreak Motel, termasuk Ika Natassa sendiri.
“Kalau di buku kan gampang ya mengubah point of view. Kalau di sinema seperti apa? We have to show, kan, instead of telling.
"Kalau buat aku yang penting dalam adaptasi itu adalah jangan sampai adaptasinya 100 persen sama, plek plek. Malah aku nggak mau seperti itu karena tidak memberi nilai tambah!
Baca Juga: Kalau Tak Mau Gagal, Bos Harus Sering-Sering Business Trip (Kata CEO JPMorgan Jamie Dimon)
"Tapi, di sini Angga gave so much layers bersama teman-teman aktor yang performance-nya luar biasa!” puji Ika Natassa, atas karyanya yang telah dialihwahanakan ke dalam film.
Film berdurasi 1 jam 55 menit itu mengangkat kisah Ava, seorang aktris terkenal yang terlibat cinta lokasi dengan Malik, lawan mainnya dalam proyek film Ken Dedes dan Ken Arok.
Selama akting bareng sekaligus menjalin asmara, terkuak bahwa baik Ava maupun Malik memiliki trauma masa lalu yang membuat kesehatan mental mereka tidak baik-baik.
Ava sering terserang panik. Sedangkan Malik, walaupun bisa memenangkan Ava setiap kali terkena serangan panik, sebenarnya memiliki temperamen tinggi dan cenderung posesif.
Ava, yang berasal dari keluarga broken home karena ditinggalkan ayahnya, menjadi stres karena tekanan dari Malik. Ava pun memutuskan untuk melarikan diri dan bersembunyi di sebuah hotel.
Agar benar-benar tidak ditemukan, Ava check-in secara incognito (dengan nama samaran) di hotel tersebut. Selama persembunyiannya, Ava bertemu Raga, pengusaha yang sama sekali tidak mengetahui status Ava sebagai aktris terkenal.
Di situlah, muncul ketertarikan di antara mereka, sehingga Ava terjebak dalam dilema dunia mana yang harus dia pilih.
Baca Juga: Meta Buka Lowongan Pekerjaan di Indonesia untuk Jadi Public Policy Manager
“Aku merasa bahwa mungkin seorang aktris yang hidupnya begitu hectic, harus hidup dari satu karakter ke karakter yang lain, butuh healing process untuk kembali ke dirinya sendiri.
"Dan itulah yang kemudian aku gambarkan dengan Heartbreak Motel. Kenapa motel, bukan hotel? Kalau di Amerika, kalau kita check-in di motel, kita tidak usah menunjukkan KTP. Asal kasih duit, sudah.
"So, motel is a place where we can be strangers. Dan tidak dikenali orang. Itu yang diinginkan oleh seorang Ava.