Pejuangkantoran.com Tupperware resmi mengajukan kebangkrutan Chapter 11 pada Selasa (17/9/2024).
Kontainer makanan dan botol minuman favorit ‘emak-emak’ ini melalui Kepala Eksekutif Tupperware, Laurie Goldman mengakui bahwa selama beberapa tahun terakhir, posisi keuangan perusahaan telah sangat terpengaruh oleh lingkungan ekonomi makro yang menantang.
Meskipun sempat melonjak pejualannya pada masa pandemi COVID-19, Tupperware yang sudah 78 tahun eksis, harus berpisah dengan pelanggannya.
Berawal dari seorang ahli kimia, Eart Tupper, yang mempunyai gagasan membuat tutup wadah makanan dari plastik yang kedap udara, seperti pada tutup kaleng cat.
Harapannya, temuannya ini bisa membantu keluarga-keluarga menyimpan makanan mereka dengan baik sehingga menghemat pengeluaran. Suatu hal yang penting di masa perang seperti pada saat itu.
Produk Tupperware pertama adalah mangkuk makanan yang diberi nama Wonderlier Bowl yang masih dijual hingga di akhir hayat Perusahaan Tupperware. Tupperware boleh dibilang temuan revolusioner dalam kotak penyimpan makanan.
Tak hanya sebagai kotak peyimpan makanan, di masa-masa berikutnya berbagai produk Tupperware muncul. Salah satu yang favorit adalah botol dan kotak makan (lunchbox).
Meskipun lunchbox Tupperware termasuk yang paling favorit, namun wadah yang kemudian dianggap sebagai ‘kotak makan’ makan pertama justru bukan wadah yang khusus dibuat untuk keperluan menyimpan makanan.
Baca Juga: Tupperware Terancam Bangkrut Setelah 78 Tahun Beroperasi, Ini Biang Keroknya!
Kotak Makan Pertama
Sejarah lunchbox (kotak makan) jauh lebih tua lagi. Konsep kotak makan sebenarnya sudah ada sejak lama. Bahkan dulu, sebelum ada kotak makan siang khusus, orang-orang memakai orang menggunakan kulit kambing yang diminyaki, keranjang anyaman.
Namun, kotak makan ini menjadi popular dan produk yang laku sejak awal abad 20. Saat itu orang mulai membawa makanan mereka dalam kotak yang terbuat dari timah.
Uniknya, ini bukan kotak khusus untuk membawa makanan, tapi kotak bekas wadah tembakau.
Kotak makan dari timah ini kemudian makin popular ketika di permukaannya ada gambar atau tulisan yang menarik.