Tupperware Bangkrut: Dulu Diminati, Sekarang Banyak yang Tidak Mengenali

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 13 April 2023 | 10:15 WIB
Tupperware sudah jadi top of mind di kalangan ibu, tetapi tidak buat kaum muda. (Tupperware)
Tupperware sudah jadi top of mind di kalangan ibu, tetapi tidak buat kaum muda. (Tupperware)

PejuangKantoran.com - Rasanya tidak ada kaum ibu yang tidak mengenal Tupperware. Saking nancepnya merek ini, banyak orang bahkan menyebut semua wadah bekal dari plastik dengan sebutan Tupperware.

Namun belakangan ramai diberitakan, perusahaan asal Amerika Serikat yang sudah berusia 77 tahun ini mengalami penurunan penjualan dan utang yang meningkat.

Baca Juga: Konsumen Muda Kurang Berminat, Tupperware Terancam Bangkrut!

Hal itu membuat Tupperware mendapat peringatan bahwa perusahaan bisa bangkrut tanpa investasi.

Padahal, Tupperware tidak diam saja dengan penurunan penjualannya. Mereka melakukan berbagai upaya untuk menyegarkan produknya dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, memposisikan produknya ke pembeli yang lebih muda.

Namun, hal itu tidak membuat angka penjualannya berhenti terjun bebas.

Sudah banyak alternatif produk yang lebih murah

Tupperware adalah "produk ajaib" ketika pertama kali dijual beberapa dekade lalu. Di masa keemasannya, perempuan yang berbisnis Tupperware bisa menimbun berpuluh wadah plastik dalam satu set di rumahnya

Namun menurut Catherine Shuttleworth, pendiri firma analisis ritel Savvy Marketing, dalam beberapa tahun terakhir pasar sudah dibanjiri alternatif produk yang lebih murah.

Meski penjualan sempat naik saat pandemi Covid-19 —karena orang lebih banyak memanggang dan memasak di rumah- nyatanya kenaikan itu hanya bersifat sementara.

Akibat tidak cukup inovatif untuk bersaing dengan produk-produk sejenisnya, Tupperware kembali mengalami penurunan penjualan.

Apalagi metode penjualan Tupperware adalah direct selling yang dilakukan oleh kaum hawa, khususnya ibu-ibu.

Baca Juga: Jangan Pernah Lagi Makan Siang di Meja Kerja, Ini Bahayanya!

Meski membuat penjualan sempat meningkat, masuknya pandemi yang mencegah orang untuk berkumpul membuat penjualan produk ini macet.

Tak ada lagi acara kumpul ibu-ibu yang melakukan arisan Tupperware atau demo para agen di acara semacam itu. Situasi tersebut tentu membuat produk rumah tangga ini menjadi sulit dijual.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: BBC News

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X