Saat ini, ada empat chef tak dikenal yang masuk ke babak delapan besar.
Mereka adalah Kwon Sung-jun yang dikenal sebagai “Napoli Matfia”, Kim Me-roung yang dijuluki “Bibi Omakase #1”, Kang Seung-won dengan julukan “Triple Star”, dan Yoon Nam-no yang disebut “Maniak Memasak”.
Chef Kim, yang menjual kalguksu seharga 8.000 won atau sekitar Rp91.000 di Pasar Gyeongdong di Seoul, mengatakan, “Pasar tradisional telah mengalami kesulitan, tetapi saya yakin dengan ini pasar kami mengalami kebangkitan.”
Ia mengaku bahwa berkat acara ini, tempat makannya mengalami peningkatan yang signifikan pada pengunjung muda. Hal ini membuatnya merasa senang karena mampu berkontribusi dalam mempromosikan pasar lokal di daerahnya.
Paduan celebrity chef dan chef biasa
Melihat acara “Culinary Class Wars” sukses besar, sutradara Kim Eun-ji mengaku sangat terkejut.
“Kecintaan dan dukungan terhadap 100 chef ini sangat luar biasa. Sungguh menakjubkan melihat dampak positif pada industri makanan Korea,” ujarnya saat menghadiri konferensi pers.
Tim produksi yang memuji kesuksesan acara ini mengatakan bahwa semua ini berkat “perpaduan sempurna antara chef yang sudah berpengalaman dan chef yang masih baru”.
“Perpaduan sempurna antara chef veteran dan chef baru merupakan kunci dari popularitas program ini.
"Sangat menyenangkan bahwa pemirsa dapat menemukan sisi lain dari para chef yang sudah dikenal dan berkenalan dengan chef baru,” tambah Kim.
Ia bercerita bahwa banyak penonton yang baru mengenal juri Anh Sung-jae melalui acara ini dan belajar tentang selera dan hasrat memasak luar biasa dari para chef, seperti Paik Jong-won dan Jung Ji-sun.
Kim menegaskan bahwa suksesnya “Culinary Class Wars” adalah karena para host dan 100 chef yang menjadi kontestan, yang menjadi inti dari acara ini. (Elga Windasari)