Ratusan Karyawan TikTok akan Dipecat, Perusahaan Beralih Ke Moderasi Konten melalui AI

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 13 Oktober 2024 | 20:00 WIB
PHK di TikTok Malaysia akan berdampak pada 500 karyawannya. (TikTok Careers)
PHK di TikTok Malaysia akan berdampak pada 500 karyawannya. (TikTok Careers)

PejuangKantoran.com - TikTok memecat ratusan karyawannya di seluruh dunia, demikian menurut pernyataan perusahaan induk TikTok, ByteDance Ltd, pada Jumat (11/10/2024),

PHK di TikTok ini akan berdampak pada lebih dari 500 karyawan TikTok Malaysia. Pengurangan karyawan ini berkaitan dengan rencana Bytedance untuk melakukan efisiensi.

ByteDance berharap untuk menginvestasikan $2 miliar secara global dalam kepercayaan dan keamanan tahun ini, dan akan terus meningkatkan efisiensi.

Baca Juga: Omzet Naik 20-30%, Salah Satu Dampak Program Pengusaha Muda BRILiaN 2024 dari BRI

"Kami berharap untuk terus meningkatkan kemanjuran upaya kami, di mana 80% konten yang melanggar sekarang dihapus oleh teknologi secara otomatis," ujar seorang juru bicara TikTok.

PHK di TikTok juga dipengaruhi tekanan regulasi yang lebih besar di Malaysia.  Konten berbahaya meningkat sejak awal tahun ini dan mendesak TikTok untuk meningkatkan pengawasan pada platform mereka.

Tim moderasi konten

Reuters menyebut sebagian besar air 500 karyawan TikTok Malaysia yang dipecat merupakan tim content moderation.

Menanggapi pertanyaan Reuters, TikTok mengatakan bahwa karyawan yang akan di-PHK secara global merupakan bagian dari rencana yang lebih luas untuk meningkatkan operasi moderasi kontennya.

Baca Juga: Rugi Besar di Kuartal 3, Boeing Akan PHK 10 Persen Karyawannya

TikTok menggunakan campuran antara deteksi otomatis dan moderator manusia untuk meninjau konten yang diposting di situs. Dalam hal ini TikTok akan menggantikan moderator manusia dengan AI.

ByteDance, yang memiliki lebih dari 110.000 karyawan di lebih dari 200 kota di seluruh dunia, merencanakan lebih banyak pemutusan hubungan kerja bulan depan untuk mengonsolidasikan beberapa operasi regionalnya.

"Kami membuat perubahan ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk lebih memperkuat model operasi global kami untuk moderasi konten," kata juru bicara TikTok dalam pernyataannya.

Mengotomatisasi tugas rutin

Mengenai PHK di TikTok, Menteri Digital Gobind Singh Deo mengatakan, seiring dengan semakin banyaknya mesin yang menggantikan tenaga kerja manusia, peluang baru yang membutuhkan keterampilan berbeda akan muncul.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Reuters, nst.com.my

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X