Namun ingat bahwa Federal Aviation Administration melarang penumpang minum alkohol di dalam pesawat kecuali jika disajikan oleh awak pesawat.
Jadi, pastikan kamu tahu apa yang kamu beli sebelum terbang. Jika ragu, kirimkan saja ke rumah.
Makanan kalengan
Makanan kalengan boleh dibawa ke kabin pesawat, tetapi biasanya tunduk pada aturan 100 ml. Ini bisa menjadi masalah besar karena sebagian besar makanan kaleng beratnya lebih dari 100 gram dan butuh pemeriksaan tambahan.
Baca Juga: Mendadak Ditunjuk Jadi Leader? Pelajari Cara Mengasah Keterampilan Leadership Kamu
Minyak, cuka, dan madu
Minyak zaitun, minyak goreng khusus, cuka, madu, dan barang-barang serupa merupakan oleh-oleh favorit untuk yang suka memasak, tetapi ada satu masalah: Semuanya berupa cairan. Kalau kamu ingin membawanya di kabin, beli saja ukuran kecil untuk mematuhi aturan 3-1-1.
Saus, selai, keju krim, dan olesan
Barang-barang yang lembut atau dapat diolesi juga harus mematuhi aturan TSA. Salsa, keju krim, saus chutney, selai kacang, selai, manisan, antipasti, dan barang-barang lain seperti ini sebaiknya dimasukkan ke bagasi, atau dibawa ke kabin dalam wadah dengan berat kurang dari 100 gram.
Yogurt, kuah, dan makanan cair lainnya
Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Bikin Kamu Tak Bisa Hidup sesuai Kemampuan, dan Bikin Gaji Cepat Menguap!
Usahakan kamu membawanya dalam bentuk padat (dengan membekukannya, misalnya). Jika tidak, makanan cair seperti yogurt atau saus tidak diperbolehkan dalam tas jinjing jika dikemas dalam wadah yang lebih besar dari 100 ml.
Buah atau sayuran segar
Pengemasan barang-barang ini harus dilakukan dengan hati-hati. Jika makanan tersebut lunak, hancur, atau cair, maka makanan tersebut harus mematuhi aturan TSA 3-1-1.
Penumpang yang terbang dari Hawaii, Puerto Riko, atau Kepulauan Virgin AS tidak diperbolehkan membawa sebagian besar buah dan sayuran segar.