PejuangKantoran.com - Series Leo di Februari di WeTV mengangkat cerita Februari alias Feby (Ranty Maria), gadis ceria yang berusaha menolong keluarganya dari keterpurukan setelah mengalami kebangkrutan.
Ibunya sangat berharap ia mendapat jodoh kaya raya. Itu sebabnya ia bekerja di sebuah kantor dengan bantuan teman adiknya.
Tujuan ia bekerja di perusahaan ini bukan mencari nafkah, melainkan menarik perhatian pria kaya agar bisa mengubah nasib keluarga.
Baca Juga: Jangan Dekat-dekat, Satu Orang yang Stres di Kantor Bisa Menular ke Banyak Orang Lho!
Namun, niat itu malah membawanya pada perjalanan penuh kejutan romantis, konflik lucu, dan pelajaran hidup yang menyentuh hati. Hal ini terutama setelah ia berinteraksi dengan atasannya, Leo (Rayn Wijaya) dan tentu saja karyawan perusahaan lainnya.
Sementara itu, ada salah satu karyawan yang mendekati Feby, yaitu Raka (Cinta Brian). Raka digambarkan sebagai karakter yang playboy.
“Aku berperan sebagai Raka, orang yang benar-benar gigih. Kalau sudah suka dengan sesuatu, dikejar terus. Raka juga seorang playboy.
"Sangat berbeda jauh dengan aku. Dia suka tepe-tepe. Tebar pesona. Kalau aku, tebar idiot!” seloroh Cinta Brian, saat gala premiere Leo di Februari di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (22/05/2025).
Namun, berakting sebagai playboy bagi Cinta bukanlah hal yang sulit. Ia tidak melakukan riset atau menciptakan gestur khusus untuk bergaya sebagai playboy.
Ia tidak memungkiri jika aktingnya banyak dipengaruhi pengalaman pribadinya semasa SMA.
“Gestur playboy itu nggak tau sih seperti apa. Dia tahu dia ganteng tapi sok keren, kali ya. Begitu memang seorang playboy. I used to.
"Waktu SMA, aku sok keren, sok ganteng. Ya itu, aku pakai referensi diriku sendiri sebenarnya. Tinggal dijalanin aja perannya,” seru aktor kelahiran Bali, 27 Juli 1998 ini.
Ia juga menyebutkan alasan lain mengapa mudah memerankan karakter playboy.
“Lumayan gampang berakting tepe-tepe (tebar pesona, Red). Aku kan Leo ya. Leo terkenal suka tepe-tepe, paling percaya diri. Gue paling keren, paling bagus. Padahal kelebihan itu nggak bagus sih!”