PejuangKantoran.com - Tema perang antara baik dan jahat selalu menarik untuk diangkat dalam satu cerita. Tema inilah yang juga diangkat dalam film terbaru garapan sutradara Hadrah Daeng Ratu, Kitab Sijjin dan Illiyyin.
Bagaimana dendam yang dialami Yuli (Yunita Siregar) membuatnya bertekad untuk menyantet keluarga Ambar (Djenar Maesa Ayu). Juga, bagaimana cara mencari keadilan yang salah akan runtuh oleh kebenaran.
Bukan kebetulan pula, Hadrah sebelumnya pernah sukses menggarap film horor adaptasi film Turki yang berjudul mirip, yakni Sijjin.
Baca Juga: Promosi Jabatan Wajib Dicantumkan di CV untuk Membantu Kamu Lebih Menonjol dari Kandidat Lain
“Yang pasti, di sini kita memang ingin mengupas lebih dalam lagi tentang Kitab Sijjin dan Illiyyin. Lebih intens lagi, memacu adrenalin dan memberikan sesuatu yang baru yang sebelumnya belum ada di horor kitab Sijjin ini,” ujar Hadrah, saat ditemui di kantor Rapi Films, Jumat (20/06/2025).
Agar pengadegan terlihat lebih intens dan terasa seperti real, Hadrah bersama penulis skenario Lele Laila berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli agama dan konsultan ritual untuk penggarapan cerita serta supervisi adegan ritual mistis.
“Memang semua pilihan ayat di Kitab Sijjin dan Illiyyin ini urutan ayatnya belum pernah ada di film horor lain yang ada ruqyah-nya. Karena ya, kita ada ritual consultant dan tanya ke beberapa ustaz tentang semua ayat yang dipakai!” ujarnya.
Jika melihat trailer, beberapa adegan santet dan ruqyah memang sangat intens dan mengerikan. Salah satu adegan yang bikin bulu kuduk berdiri adalah ketika Yuli membacakan mantra ritual, menarik mayat, hingga dirinya diikat menjadi pocong.
Demi totalitas, Yunita Siregar mengerjakan semua arahan sutradara. Bahkan, ia sempat mengalami kesemutan di kedua tangannya setelah akting membaca mantra.
“Menurut aku, adegan aku dipocong itu adalah adegan yang paling menantang karena itu sebelumnya tidak ada di skrip. Jadi, pas tahu aku ada di situ, kayak... wow! Itu atribut lengkap kita semua nantinya kan?
Baca Juga: BRI Konsisten Salurkan FLPP, Dukung Akses Hunian Terjangkau Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah
"Jadi, selama adegan itu, aku cuma bisa istighfar dalam hati karena di situ, aku juga harus membaca mantranya (sebagai dialog). Rasanya energinya nggak enak banget!
"Sesumpek, sesesak itu! Ada rasa ketakutan karena rasanya kita tidak berdaya. Itu jadi pembelajaran baru lagi sih buat aku!” ujar aktris kelahiran Jakarta, 19 Juni 1994 ini.
Berperan sebagai karakter antagonis dan dalam produksi horor garapan sutradara wanita merupakan pengalaman pertama Yunita. Sebelumnya, ia dikenal memainkan peran-peran manis dan sendu seperti di Hari Ini akan Kita Ceritakan Nanti, Mendung Tanpo Udan dan Home Sweet Loan.
Walau tidak dengan sengaja mencari peran antagonis, Yunita bersyukur bisa mendapat peran Yuli ini.