Employee Experience akan Menguntungkan Perusahaan, Bagaimana Pemimpin Bisa Memberikannya?

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Rabu, 25 Juni 2025 | 08:53 WIB
Ilustrasi: Pemimpin harus dapat memberikan employee experience agar dapat menguntungkan perusahaan. (Freepik)
Ilustrasi: Pemimpin harus dapat memberikan employee experience agar dapat menguntungkan perusahaan. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Di tengah persaingan dalam dunia kerja yang semakin tinggi, employee experience (EX) atau pengalaman karyawan menjadi sebuah keharusan.

Yang dimaksud pengalaman karyawan tentunya keseluruhan interaksi yang dialami karyawan selama bekerja di suatu perusahaan, dari proses rekrutmen hingga mereka meninggalkan perusahaan.

Hal ini mencakup berbagai aspek, termasuk lingkungan kerja, budaya perusahaan, hubungan dengan rekan kerja dan atasan, kesempatan pengembangan karir, dan bagaimana mereka dapat mencapai work-life balance

Baca Juga: Makin Banyak Perusahaan Pakai Sistem ATS untuk memilih kandidat terbaik.

Laporan Scarlettabbott's World Changers 2025 Report, yang berdasarkan survei terhadap lebih dari 750 pengambil keputusan SDM senior, mengatakan bahwa pengalaman karyawan memberikan dampak yang luar biasa terhadap kinerja bisnis perusahaan.

Intinya, EX yang buruk sama dengan kinerja yang buruk. Sebanyak 79% responden setuju bahwa pengalaman karyawan yang buruk secara langsung merugikan kinerja bisnis.

Saat ini, pengalaman karyawan tidak lagi menjadi “lebih disukai”, tetapi menjadi sebuah keharusan untuk bisnis yang strategis.

Meski harus diusahakan sendiri oleh karyawan, tetapi employee experience juga sangat dipengaruhi oleh para pemimpin di perusahaan.

Itulah sebabnya survei juga menyoroti area-area utama yang berdampak pada kemampuan pemimpin untuk memberikan pengalaman yang terbaik untuk karyawan, yang dapat meningkatkan employee experience:

Baca Juga: Cara Mencegah Potensi Penyusupan Google Dorking yang Berisiko Menimbulkan Pencurian Data Pribadi

1. Nilai-nilai perusahaan

Meskipun 94% pemimpin SDM percaya bahwa nilai-nilai perusahaan sangat penting dalam membentuk pengalaman karyawan, hanya 1 dari 3 yang merasa bahwa nilai-nilai tersebut benar-benar tertanam dalam strategi perusahaan mereka.

Ini menjadi tanda jelas bahwa nilai-nilai tidak bisa hanya dituliskan, tetapi juga harus dipraktikkan.

Selain itu, 64% mengatakan bahwa ekspektasi pengalaman karyawan tidak selaras dengan kenyataan yang mereka hadapi di tempat kerja.

Pada akhirnya, ketidakselarasan tersebutlah yang mengikis kepercayaan dan momentum untuk meningkatkan pengalaman karyawan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The HR Director

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X