Pejuangkantoran.com - Teknologi kecerdasan buatan atau AI, terutama generative AI seperti ChatGPT, berkembang sangat cepat. Apa pun yang kamu minta atau perintahkan, kamu bisa mendapatkan jawaban dalam hitungan detik.
Pertanyaannya, apakah AI bisa membuat manusia semakin berkembang atau justru terbelakang dalam cara berpikir?
Sebenarnya, manusia memiliki kelebihan dalam kemampuan untuk berpikir mendalam, memberi makna, dan membuat keputusan bijak.
Namun, godaan untuk menerima jawaban instan dari AI bisa membuat manusia kehilangan keahlian itu.
Sebuah studi McKinsey menunjukkan bahwa di perusahaan yang memakai AI, hanya 27% karyawan yang meninjau semua hasil dari gen-AI sebelum digunakan.
Bahkan, sepertiga responden menyebutkan bahwa hanya 20% atau bahkan kurang yang dicek sebelum dipakai.
Ini menunjukkan bahwa banyak dari orang yang sudah mulai terlalu percaya pada mesin.
Baca Juga: 4 Cara Memperkuat Otot Berpikir Kamu di Era AI, Supaya Tetap Bisa Berpikir Kritis!
Mengapa kamu jadi "malas" berpikir?
Otak manusia memiliki dan hanya bisa memproses sekitar 10 bit informasi per detik secara sadar. Sementara AI? Bisa memproses triliunan bit.
Itu sebabnya otak cenderung menghemat tenaga untuk hal-hal penting dan otomatis menggunakan "jalan pintas" saat mengambil keputusan. Inilah yang membuat kamu mungkin sering menilai orang hanya dari penampilannya.
Dengan AI, kamu bisa terbantu karena cepat dan bisa memberikan perspektif baru. Namun, jika tidak hati-hati, maka AI juga bisa memperburuk kebiasaan malas berpikir.
Ini bisa membuat kamu dengan mudah menerima jawaban dari AI tanpa mengecek kebenarannya.
Pentingnya berpikir kritis