Perhatikan 5 Kesalahan Umum yang Sering Terjadi saat Prompting untuk Artificial Intelligence

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 4 April 2025 | 16:25 WIB
Ada kesalahan umum yang terjadi pada saat prompting untk AI> (Freepik)
Ada kesalahan umum yang terjadi pada saat prompting untk AI> (Freepik)

Pejuangkantoran.com – Melibatkan artificial intelligence (AI) dalam kehidupan sehari-hari, entah itu kehidupan personal maupun profesional, sudah tidak terelakkan lagi.

Menurut survei Ipsos AI Monitor 2024, 44% responden Indonesia percaya bahwa AI akan mengubah cara manusia bekerja dalam 5 tahun ke depan. Selain itu, 68% yakin bahwa AI tidak akan mendiskriminasi atau menunjukkan bias terhadap kelompok mana pun.

Mayoritas (71%) setuju bahwa produk dan layanan AI telah mengubah kehidupan sehari-hari mereka dalam 3-5 tahun terakhir, dan 80% percaya AI akan terus mengubah kehidupan mereka dalam 3-5 tahun mendatang.

Di sisi lain, masih ada ekspektasi yang berlebihan terhadap AI. Banyak pihak meyakini bahwa AI dapat secara otomatis meningkatkan produktivitas dan kreativitas kerja.

Padahal AI hanyalah mesin yang mengolah data dan informasi yang tersebar di dunia maya. Keunggulannya, dia bisa mengolah data yang sebegitu banyak dalam waktu skngkat.

Terlepas dari itu, survei menunjukkan bahwa adopsi AI di tempat kerja masih terbatas, dan banyak pekerja merasa kurang mendapatkan pelatihan yang memadai untuk memanfaatkan teknologi ini secara efektif. ​

Ekspekatasi yang berlebihan di antaranya adalah terlihat dari prompting. Berikut ini ada sejumlah kesalahan sewaktu prompting, menurut zdnet.com:

 Baca Juga: Panduan Bagi Manajer Dalam Membuat Prompt Untuk Untuk Kolaborasi Tim Lintas Fungsi

  1. Tidak Spesifik

Baik AI maupun manusia pada dasarnya bukanlah “pembaca pikiran”. Mungkin semua pertanyaan yang coba kamu ajukan terhadap AI sudah cukup jelas. Sayangnya, pertanyaan yang jelas saja tidak cukup bagi AI.

Pertanyaan (atau permintaan) kamu harus jelas dan komplet.

Misal, prompt “Tolong buatkan time management untuk posisi manajer.” Secara perintah sudah jelas, karena AI diminta membuatkan time management untuk seorang manajer.

Namun ini tidak spesifik, sehingga hasilnya sangat umum. Harus dimasukkan data dan informasi yang spesifik.

Misal, prompt di atas ditambahkan sejumlah data dan informas sebagai berikut:

“Tolong buatkan time management untuk posisi manajer yang mengelola fungsi sumberdaya manusia, fungsi general affair, dan fungsi safety, health, and environment. Total anggota tim ada 15 orang dan tahun ini mempunyai proyek baru berupa pelatihan pemahaman artificial intelligence setiap bulan bagi semua fungsi.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, zdnet.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X