PejuangKantoran.com - Di minggu pertama Juli, salah satu film horor yang akan rilis di bioskop adalah Arwah, film yang diproduseri oleh Joe Bangun Pagi dan disutradarai oleh Ivan Bandito.
Yang menarik dari film berdurasi 1 jam 27 menit ini adalah ide ceritanya yang sejak awal punya niat membuat film horor tanpa unsur santet dan pesugihan yang kerap jadi tema favorit penonton Indonesia.
“Kita memang ingin membuat horor yang berbeda dari kebanyakan film horor yang ada. Tidak ada santet, pesugihan atau klenik. Ide pertamanya sebenarnya adalah, setiap orang pasti pernah mengalami kehilangan.
Baca Juga: Alasan Kepribadian Kuat Kamu Bisa Membuat Orang Merasa Tidak Nyaman, Bukan Kamu yang Salah!
"Mungkin ada keluarga atau saudara dekat yang sudah pergi. Pertanyaannya, apakah kita ikhlas akan kepergian mereka? Hal ini saya relate banget ya, ke banyak orang,” ujar Joe Bangun Pagi, saat konferensi pers film Arwah di Epicentrum XXI, Kuningan, Senin (30/06/2025).
Cerita film Arwah bermula dari empat bersaudara: Jojo (Joshua Suherman), Angga (Irsyadillah), Nindy (Naura Hakim), dan Momo (Annette Edoardo), yang memutuskan untuk kembali ke kampung halaman, meninggalkan kesibukan mereka sejenak di kota.
Di kampung mereka disambut oleh Abah (Edy Fredly) dan si bungsu Sofi (Sarah Beatrix). Di tengah liburan, kakak beradik ini memutuskan untuk mengunjungi curug. Sayang, trip yang seharusnya menyenangkan berakhir naas ketika mobil yang mereka kendarai kecelakaan.
Ketika keempat saudara tersebut siuman, mereka terus diteror dan dihantui oleh si bungsu Sofi yang seolah-olah ingin menyampaikan sebuah pesan. Pesan misterius ini harus mereka pecahkan di tengah teror serta konflik internal di antara mereka sebagai kakak beradik.
Karena film ini tidak menampilkan ritual-ritual yang mengerikan, para pemain mengakui bahwa untuk mendalami karakter, mereka lebih banyak menggali emosi-emosinya karena memang banyak adegan yang membutuhkan permainan emosi.
Baca Juga: Dari Dapur di Serpong, melalui Expo BRI Produk Sambal Sanrah Food Makin Dikenal di Mancanegara
Naura Hakim, misalnya. Ia dituntut harus mengekspresikan luapan kemarahan kepada sang kakak dalam satu adegan. Itu ternyata bukan hal yang mudah karena ia merasa banyak energi tersedot habis setelahnya.
“Jujur, ini horor pertama aku. Adegan di mana aku harus menunjukkan rasa kesal pada karakter Jojo itu cukup berat. It took a lot of energy untuk aku marah-marah. Kelar syuting adegan, aku masih dengan amarah. Tarik napas dan elus dada!
"Beruntung, pas keluar aku ketemu cast-cast lain. Melihat mereka lagi dan bercanda baru terasa lebih enteng dan legaan,” ujar pemeran Vicky dalam film Mencuri Raden Saleh ini.