PejuangKantoran.com - Apa yang ada di pikiran kamu kalau dengar voluntary layoff?
Menambahkan kata “sukarela” di depan kata pengunduran diri, PHK, atau pensiun, sepertinya menjadi cara baru bagi perusahaan bersikap berempati dalam menangani pemecatan karyawan.
Sebenarnya, program ini telah ada selama beberapa dekade. Pertama kali populer di era ‘80-an dan ‘90-an, program ini mengalami kebangkitan popularitas selama pandemi COVID-19.
PHK sukarela adalah program yang menawarkan insentif kepada karyawan untuk mengundurkan diri.
Insentif ini bisa berupa gaji tambahan selama beberapa bulan, jaminan kesehatan, dan layanan ketenagakerjaan lainnya seperti konseling karier.
Baca Juga: Hasil Seleksi PPPK Tahap 2 Tahun 2024 Selesai Diumumkan, Apa Tahapan Selanjutnya bagi yang Lulus?
Keuntungan untuk perusahaan
Biasanya, program sukarela ini ditawarkan untuk menghindari PHK paksa di kemudian hari dan memungkinkan karyawan untuk pensiun dini atau mengubah karir.
Christopher Nickson, wakil presiden dan konsultan senior untuk perusahaan SDM, menjelaskan bahwa PHK sukarela bermanfaat bagi perusahaan yang ingin merampingkan karyawan dengan gaji tertinggi.
Pada dasarnya, perusahaan memandang program sukarela ini sebagai pendekatan yang lebih berempati dan transparan terhadap penghematan biaya, daripada PHK yang membuat karyawan tidak memiliki pilihan.
Pertimbangkan ini jika kamu ditawari PHK sukarela
Jika kamu ditawari program PHK—atau pengunduran diri atau pensiun—secara sukarela, berikut adalah beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan.
Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 Dibuka! Kesempatan Emas Raih Mimpi hingga ke Luar Negeri
- Kemungkinan kamu di-PHK
Tanyakan pada diri sendiri, seberapa besar kemungkinan posisi kamu akan terkena dampaknya nanti? Pastikan juga seberapa kuatkah pasar kerja saat ini untuk orang dengan pengalaman dan keterampilan seperti kamu.
Artikel Terkait
Jika Terjadi Krisis Perusahaan dan Nilai-nilai Pribadi Bertentangan dengan Nilai Perusahaan, Apa Solusinya?
Ditawari Gaji Lebih Rendah dari Informasi di Lowongan Pekerjaan? Ini Alasan Perusahaan Melakukannya!
Cara Bijak Menyikapi Perusahaan yang “Tidak Jujur” dengan Gaji yang Ditawarkan!
Jangan Langsung Tersulut Emosi, Lakukan 4 Langkah Ini Jika Atasan Bersikap Pasif-Agresif
Meski Tak Boleh Berbohong di CV, Tapi 2 Hal Ini Masih “Diperbolehkan” dan Dianggap Wajar. Apa Itu?
Badai PHK Juga Membuat Karyawan yang Bertahan Lelah, Bingung, dan Tidak Diperhatikan
Penyebab Atasan Bersikap Pasif-Agresif, Bisa Membuat Karyawan Jadi Bingung dan Stres!
Contoh Komentar Pasif-Agresif dari Rekan Kerja atau Atasan yang Kerap Terselubung seperti Pujian
7 Tanda Perilaku Pasif-Agresif yang Sering Tak Disadari di Tempat Kerja, Bagaimana Cara Menghadapinya?
Kata Feng Shui, Jangan Pernah Letakkan Barang-barang ini di Kantor, Bisa Menghambat Rezeki!