Apa Itu Voluntary Lay Off? Harus Gimana? Jangan Panik Baca Dulu Penjelasannya di Sini!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 3 Juli 2025 | 10:10 WIB
Ilustrasi: Apa alasan perusahaan melakukan remote layoff atau PHK jarak jauh akhir-akhir ini? (Freepik/Drazen Zigic)
Ilustrasi: Apa alasan perusahaan melakukan remote layoff atau PHK jarak jauh akhir-akhir ini? (Freepik/Drazen Zigic)

PejuangKantoran.com - Apa yang ada di pikiran kamu kalau dengar voluntary layoff? 

Menambahkan kata “sukarela” di depan kata pengunduran diri, PHK, atau pensiun, sepertinya menjadi cara baru bagi perusahaan bersikap berempati dalam menangani pemecatan karyawan.

Sebenarnya, program ini telah ada selama beberapa dekade. Pertama kali populer di era ‘80-an dan ‘90-an, program ini mengalami kebangkitan popularitas selama pandemi COVID-19.

PHK sukarela adalah program yang menawarkan insentif kepada karyawan untuk mengundurkan diri.

Insentif ini bisa berupa gaji tambahan selama beberapa bulan, jaminan kesehatan, dan layanan ketenagakerjaan lainnya seperti konseling karier.

Baca Juga: Hasil Seleksi PPPK Tahap 2 Tahun 2024 Selesai Diumumkan, Apa Tahapan Selanjutnya bagi yang Lulus?

Keuntungan untuk perusahaan

Biasanya, program sukarela ini ditawarkan untuk menghindari PHK paksa di kemudian hari dan memungkinkan karyawan untuk pensiun dini atau mengubah karir.

Christopher Nickson, wakil presiden dan konsultan senior untuk perusahaan SDM, menjelaskan bahwa PHK sukarela bermanfaat bagi perusahaan yang ingin merampingkan karyawan dengan gaji tertinggi.

Pada dasarnya, perusahaan memandang program sukarela ini sebagai pendekatan yang lebih berempati dan transparan terhadap penghematan biaya, daripada PHK yang membuat karyawan tidak memiliki pilihan.

Pertimbangkan ini jika kamu ditawari PHK sukarela

Jika kamu ditawari program PHK—atau pengunduran diri atau pensiun—secara sukarela, berikut adalah beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan.

Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 Dibuka! Kesempatan Emas Raih Mimpi hingga ke Luar Negeri

  1. Kemungkinan kamu di-PHK

Tanyakan pada diri sendiri, seberapa besar kemungkinan posisi kamu akan terkena dampaknya nanti? Pastikan juga seberapa kuatkah pasar kerja saat ini untuk orang dengan pengalaman dan keterampilan seperti kamu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Fast Company

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X