PejuangKantoran.com - Siapa sangka, boneka kecil bermata besar bernama Labubu bisa membuat heboh dunia?
Mainan asal China ini awalnya terlihat sederhana, dijual dalam kotak misteri yang isinya tidak bisa ditebak. Namun, justru itu yang membuat orang penasaran.
Fenomena ini bukan cuma tentang mainan, melainkan tentang bagaimana cara baru brand membangun komunitas penggemar dan menciptakan hype global.
Labubu dibuat oleh ilustrator Hong Kong, Kasing Lung. Popularitasnya meroket setelah Lisa dari Blackpink tertangkap kamera sedang membawa boneka ini.
Baca Juga: Cara Santai Mengumumkan Keluar dari Tempat Kerja via LinkedIn, tapi Tetap Profesional
Sejak itu, TikTok penuh dengan video unboxing Labubu dan penjualannya langsung meledak.
Bahkan, di 2024 Labubu menyumbang sekitar Rp3,4 triliun atau 25% dari pendapatan Pop Mart, perusahaan mainan di balik figur viral ini.
Total pendapatan Pop Mart di paruh pertama 2024 saja mencapai Rp133 triliun, dengan laba yang melonjak tiga kali lipat.
Perusahaan ini bahkan sudah mencapai valuasi lebih dari Rp655 triliun. Angka tersebut dua kali lipat gabungan Hasbro dan Mattel, dua raksasa mainan asal Amerika.
Kabar terbaru, mereka menargetkan pertumbuhan laba 350% di paruh pertama 2025.
Rahasia di balik kotak misteri
Apa yang membuat Labubu beda? Salah satunya adalah strategi blind box. Setiap kotak dijual tanpa diketahui isinya.
Ini sangat mirip dengan mekanisme game, yaitu mendapatkan kejutan secara acak yang justru membuat ketagihan.
Ini karena memicu rasa penasaran, yang membuat orang ingin beli lagi dan lagi.