“Ketika ditawari peran sebagai dukun manten, itu bukan hal yang aneh karena saya juga dulu berprofesi sebagai dukun manten. Saya mempelajarinya lewat buku-buku manten yang benar, walau sekarang saya sudah tidak lagi mengerjakannya.
"Tapi saya senang sekali karena mas Fajar mau menampilkan roots budaya Jawa,” ujar seniman yang biasa dipanggil Eyang ini.
4. Semula Filmnya Diberi Judul Ratu Sihir
Produser Susanti Dewi mengatakan bahwa perubahan judul ini bukan tanpa pertimbangan dan alasan yang kuat. Setelah melewati proses editing dan mempertimbangkan sejumlah aspek, judul Ratu Sihir diubah menjadi Perempuan Pembawa Sial.
Baca Juga: ITER Consulting Membuka Lowongan Kerja IT Consultant yang Fasih Berbahasa Jepang
“Judul adalah salah satu elemen penting dalam sebuah film. Waktu itu ada beberapa proses yang kami lewati. Salah satunya penayangan di JAFF akhir tahun lalu, di mana kami memenangkan Best Editing.
"Di situ, kami mendapat beberapa input, mendengarkan beberapa masukan, dan akhirnya memutuskan untuk mengganti judulnya menjadi Perempuan Pembawa Sial.
"Itu sebagai bahan buat kami mendebat apakah benar atau tidak jika perempuan itu pembawa sial,” ujar produser yang kini membuka rumah produksi baru bernama SL23 ini.
Perempuan Pembawa Sial sudah bisa ditonton di bioskop mulai Kamis, 18 September 2025.