Pejuangkantoran.com - Perusahaan teknologi besar seperti Meta, Microsoft, Google, dan Apple saat ini sedang “perang dingin”, berusaha untuk jadi yang paling unggul dalam teknologi kecerdasan buatan (AI).
Mereka berlomba-lomba mencari talenta terbaik untuk memperkuat tim AI masing-masing.
Dari semua perusahaan itu, Meta sebagai induk perusahaan Facebook terlihat paling agresif. Mereka baru saja menunjuk Alexandr Wang sebagai bos besar AI di perusahaan tersebut.
Siapa Alexandr Wang?
Alexandr Wang bukan orang biasa. Saat baru berusia 19 tahun, ia sudah mendirikan startup AI bernama Scale AI pada 2016. Waktu itu, ia bekerja bersama temannya, Lucy Guo.
Mereka ikut program akselerator startup, kerja siang malam, tidur di kasur angin, dan hidup super hemat demi mengembangkan usahanya.
Kerja keras mereka membuahkan hasil. Scale AI berkembang pesat dan membuat banyak perusahaan teknologi besar tercengang.
Kini, Scale AI memiliki valuasi hampir 14 miliar dolar AS atau sekitar Rp224 triliun, dengan investor seperti Nvidia, Amazon, dan Meta sendiri.
Wang lahir di New Mexico dari orang tua imigran Tiongkok yang bekerja sebagai fisikawan. Ia sempat kuliah di MIT, tetapi memutuskan drop out untuk fokus membangun Scale AI.
Keputusannya tidak sia-sia karena ia menjadi miliarder di usia 20-an dan punya koneksi kuat dengan tokoh penting seperti CEO OpenAI Sam Altman hingga anggota Kongres Amerika Serikat.
Meta tarik Wang untuk pimpin program “superintelligence”
Melihat reputasinya yang luar biasa, Mark Zuckerberg langsung turun tangan mendatangkan Alexandr Wang ke Meta. Bukan hanya untuk jadi penasihat, tetapi langsung dipasang sebagai pemimpin utama operasi AI Meta.
Bahkan, Meta dikabarkan menginvestasikan sekitar Rp228 triliun ke startup Wang sebagai bentuk dukungan.