senggang

Pengguna Smartwatch yang Aktif Olah Raga, Rawat Gadgetmu Dari Dampak Keringat Berikut Ini!

Rabu, 15 Oktober 2025 | 14:26 WIB
Rawat smartwatch kamu dari keringat tubuhmu. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Boleh dibilang, bagi yang serius dalam beraktivitas olah raga, sangat tergantung pada smartwatch. Ini karena smartwatch bisa menjadi alat pemantau kesehatan dan kebugaran tubuh.

Smartwatch bisa mencatat apakah detak jantung saat berolah raga berada di zona ringan, sedang atau intensif. Smartwatch juga menjadi alat yang mencatat pencapaian-pencapaian latihan kita jika dihubungkan dengan aplikasi semacam Strava.

Smartwatch juga bisa mengetahui tingkat oksigen dalam darah, pemantauan stres dan tidur, dan seabreg fungsi lainnya.

Semua data-data tersebut sangat bermanfaat tak hanya untuk mencatat dan mengevaluasi latihan namun jta memantau kebugaran dan kesehatan tubuh secara umum.

Dan ini bisa menjadi sarana untuk selalu konsisten dan memotivasi dalam berolah raga.

Meskipun kita semua setuju bahwa smartwatch itu  penting banget dalam aktivitas olah raga, namun boleh dibilang jarang yang memerhatikan dan merawat smartwatch secara layak.

Padahal, smartwatch itu salah satu aksesoris yang langsung bersentuhan dengan kulit kita dan sudah pasti akan terkena keringat secara langsung.

Baca Juga: Survei: 64% Orang Indonesia Punya Wearable Gadget, dari Smartwatch, Smartglasses, dan Lainnya

Dan, keringat itu bisa berpengaruh terhadap performa smartwatch, yaitu:

  1. Pada Sensor Optik
  • Keringat dapat mengganggu pembacaan cahaya optik. Sensor detak jantung bekerja dengan memantulkan cahaya hijau ke kulit, lalu mendeteksi perubahan pantulan darah.
    Jika ada lapisan keringat, minyak, atau kotoran, pantulan cahaya bisa terdistorsi. Akibatnya, hasilnya pembacaan bisa tidak akurat (misalnya detak jantung naik-turun tak wajar).
  • Garam dan asam pada keringat juga bisa menumpuk di permukaan sensor, meninggalkan residu yang mengurangi transparansi kaca sensor.
  1. Efek Keringat pada Tali dan Kenyamanan
  • Keringat yang tertahan di bawah tali bisa menyebabkan iritasi kulit, terutama pada bahan silikon atau kulit sintetis.
  • Jika tali terlalu ketat, keringat tidak bisa menguap dan bisa memperburuk reaksi kulit.
  1. Dampak Jangka Panjang
  • Endapan keringat (garam dan minyak kulit) bisa memicu korosi mikro pada pin logam di port charger atau sensor belakang jika tidak dibersihkan.
  • Dalam jangka panjang, ini bisa menyebabkan sensor sulit membaca atau pengisian daya tidak stabil.

sportBaca Juga: Ini Daftar Manfaat Adanya Fitur GPS Built In di Sport Watch atau Smart Watch

Perawatan

Oleh karena itu, agar performanya prima, maka rawat smartwatch dengan melakukan hal ini untuk mencegah ganggu keringat pada aksesoris ini:

  1. Setelah berolahraga, bilas bagian belakang jam dan tali dengan air bersih.
  2. Keringkan dengan kain lembut sebelum dipakai lagi.
  3. Gunakan tali pengganti berbahan nilon atau sport strap breathable jika sering berkeringat.
  4. Pastikan jam tidak terlalu kencang; beri ruang agar kulit bisa “bernapas.”
  5. Jika sering olahraga berat, bersihkan sensor 2–3 kali seminggu. ***

Tags

Terkini