Pejuangkantoran.com – Seperti kamu tahu keringat dan kotoran tubuh bisa “jahat” terhadap smartwatch kamu.
Yang pasti, kerak garam dari keringat atau kotoran yang terperangkap minyak kulit kamu karena berolah raga, bisa menutupi optik dari sensor smartwatch.
Jika hal ini terjadi, ujung-ujungnya pengukuran smartwatch menjadi tidak presisi. Bagi yang mengandalkan pencatatan kebugrana melalui smartwatch, tentu ini bukan hal yang diinginkan.
Oleh karena itu, wajib bagi kamu untuk merawat smartwatch secara rutin. Berikut ini, perawatan secara menyeluruh terhadap smartwatch yang mestinya rutin kamu lakukan:
Perawatan Rutin Fisik
- Bersihkan secara teratur
- Gunakan kain lembut yang sedikit dibasahi air (atau air sabun ringan).
- Hindari alkohol, pelarut, atau pembersih keras karena bisa merusak lapisan pelindung layar.
- Bersihkan port pengisian (charging port) dan sensor optik di bagian bawah jam menggunakan cotton bud kering atau sikat lembut.
- Keringkan setelah terkena air
- Meski tahan air, jangan biarkan smartwatch dalam keadaan basah terlalu lama.
- Setelah berenang atau terkena hujan, bilas dengan air bersih lalu keringkan dengan kain lembut.
- Hindari paparan air laut tanpa dibilas, karena garam bisa menyebabkan korosi.
Baca Juga: Pengguna Smartwatch yang Aktif Olah Raga, Rawat Gadgetmu Dari Dampak Keringat Berikut Ini!
Perawatan Baterai
- Hindari pengisian hingga 100% terus-menerus. Idealnya isi hingga 80–90%.
- Jangan biarkan baterai kosong total terlalu sering.
- Jika tidak digunakan lama, simpan dengan baterai sekitar 50% dan matikan perangkat.
- Hindari suhu ekstrem (terlalu panas atau dingin) saat mengisi daya atau menyimpannya.
Menjaga Akurasi GPS
- Sebelum berolahraga, tunggu beberapa detik hingga GPS benar-benar terkunci sinyal (fix signal) sebelum mulai aktivitas.
- Gunakan di area terbuka agar sinyal satelit tidak terhalang gedung atau pepohonan lebat.
- Sesekali lakukan kalibrasi ulang kompas dan GPS (tergantung merek, biasanya bisa diatur di aplikasi pendamping seperti Garmin Connect, Strava, atau Zepp).
- Pastikan firmware perangkat selalu diperbarui.
Merawat Tali dan Sensor
- Bersihkan tali (terutama jika berbahan silikon atau karet) agar tidak menimbulkan iritasi kulit.
- Lepas jam saat mandi air panas atau sauna, karena uap panas bisa merusak seal tahan air.
- Jangan menempelkan pelindung logam atau magnet dekat sensor belakang (bisa ganggu deteksi detak jantung).
Baca Juga: Survei: 64% Orang Indonesia Punya Wearable Gadget, dari Smartwatch, Smartglasses, dan Lainnya
Penyimpanan
- Simpan di tempat kering, bersuhu ruangan, dan terlindung dari sinar matahari langsung.
- Jika memiliki beberapa tali atau charger, simpan bersama agar tidak tercecer.
Nah, semoga dengan perawatan rutin seperti di atas, smartwatch kamu jadi lebih awet dan terjaga akurasinya. ***