Pentingnya Mengukur Resting Heart Rate Kamu, Alasan, dan Manfaat Mengetahuinya

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 23 Juni 2025 | 13:30 WIB
Lakukan penukuran Resting Heart Rate sesaat setelah kamu bangun tidur dan belum beranjak dari tempat tidur. (Google Gemini)
Lakukan penukuran Resting Heart Rate sesaat setelah kamu bangun tidur dan belum beranjak dari tempat tidur. (Google Gemini)

Pejuangkantorn.com – Pada umumnya, orang akan mengingatkan tentang Maximum Heart Rate (HR Max) atau detak jantung maksimum. Biasanya ini akan jadi patokan ketika kamu sedang melakukan aktivitas olah raga dan menjadi batas atas yang boleh dicapai.

Namun, selain HR Max, ada ukuran detak jantung kita yang sangat penting dan bisa jadi Gambaran kebugaran badan kita. Detak jantung tersebut adalah Resting Heart Rate (RHR) atau detak jantung istirahat.

Detak jantung istirahat adalah jumlah denyut jantung per menit saat tubuh dalam keadaan istirahat penuh, yaitu tenang, tidak bergerak, dan bebas dari stres fisik atau emosional.

Detak jantung istirahat adalah indikator kebugaran kardiovaskular dan kesehatan jantung. RHR yang lebih rendah umumnya menunjukkan jantung yang lebih efisien dan kondisi tubuh yang lebih fit.

RHR biasanya diukur setelah bangun tidur, sebelum melakukan aktivitas apa pun. Ukuran RHR ini berbeda antara dewasa normal dengan orang atau atlet yang terbiasa berolah raga dengan benar dan terlatih.

Baca Juga: Ini Daftar Detak Jantung Maksimal Saat Olah Raga Yang Harus Kamu Ketahui Supaya Tetap Sehat dan Bugar

Rata-rata detak jantung istirahat:

  • Dewasa normal: 60–100 denyut per menit (Beats Per Minute atau BPM);
  • Atlet terlatih: bisa serendah 40–60 BPM.

Ada sejumlah faktor yang memegaruhi RHR, yaitu:

  • Usia: meningkat seiring bertambahnya usia;
  • Kebugaran: semakin fit, semakin rendah RHR;
  • Stres, kafein, obat-obatan, dehidrasi;
  • Kondisi kesehatan seperti demam, anemia, gangguan tiroid.

 

Manfaat Mengetahui RHR

Mengetahui RHR tentu saja ada manfaatnya. Berikut beberapa manfaat utama mengetahui RHR:

  1. Mengukur tingkat kebugaran kardiovaskular:
  • RHR yang rendah menandakan jantung bekerja lebih efisien.
  • Atlet atau orang yang rutin olahraga sering memiliki RHR 40–60 bpm.
  • Jika RHR menurun seiring waktu, itu tanda peningkatan kebugaran.
  1. Mendeteksi tanda awal stres atau kelelahan
  • RHR yang lebih tinggi dari biasanya bisa menandakan:
    • Tubuh lelah (overtraining);
    • Kurang tidur;
    • Stres tinggi;
    • Sedang infeksi (demam).
  • Dengan pemantauan rutin, kamu bisa mengenali waktu untuk istirahat atau pemulihan.
  1. Membantu merencanakan dan menyesuaikan latihan
  • Jika kamu latihan lari atau olahraga teratur, RHR membantu:
    • Menentukan intensitas latihan;
    • Mencegah overtraining syndrome;
    • Mengetahui kapan tubuh siap untuk latihan berat.

Baca Juga: Apa Itu Detak Jantung Zona Aerobik? Kenapa Sering Sekali Direkomendasikan Saat Olah Raga?

  1. Pemantauan kesehatan jantung
  • RHR yang konsisten tinggi (di atas 100 BPM) bisa menjadi indikasi:
    • Masalah jantung;
    • Tiroid terlalu aktif;
    • Efek obat-obatan.
  • RHR yang terlalu rendah (di bawah 50 BPM) juga bisa berbahaya jika disertai gejala seperti pusing, lemas, atau pingsan (kecuali pada atlet).
  1. Sebagai indikator gaya hidup sehat
  • RHR dapat turun ketika kamu:
    • Meningkatkan aktivitas fisik;
    • Mengelola stres;
    • Tidur cukup;
    • Mengurangi konsumsi kafein, alkohol, atau rokok.

Nah, mulai sekarang, selain memantau HR Max saat olah raga, mulailah untuk juga memantau Resting Heart Rate. Kamu bisa memanfaatkan smart watch dan aplikasinya di ponsel, karena rata-rata aplikasi smart watch yang terkoneksi di ponsel sudah ada pencatatan Resting Heart Rate. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X