senggang

Betulkah Sering Ngopi Bisa Memicu Gundulnya Hutan? Simak Fakta-faktanya!

Selasa, 23 Desember 2025 | 18:35 WIB
Ilustrasi yang menunjukkan seseorang sedang menikmati kopi di dekat kebun kopi. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Boleh dibilang semua peminum kopi tersentak dengan pernyataan Hasan Nasbi, mantan Kepala Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia, yang menyampaikan bahwa salah satu pemicu gundulnya hutan adalah kebiasaan minum kopi.

Konsultan politik yang saat ini menjabat sebagai salah satu komisaris Pertamina ini berasumsi bahwa deforestasi dengan mengalihfungsikan hutan mejadi kebun kopi bisa menjadi penyebab gundulnya hutan. Benarkah?

Tidak seratus persen benar namun juga tidak seratus persen salah. Semua tergantung dari bagaimana tanaman kopi ini dibudidayakan.

Karena, menurut artikel dengan judul Ecological Benefits of Shade-grown Coffee di nationalzoo.si.edu, tanaman kopi yang dibudidayakan dengan sistem shade-grown, bisa memberikan dampak positif terhadap lingkungan ekologis di kawasan tersebut.

Shade-grown coffee (kopi bernaungan) adalah sistem budidaya kopi di mana tanaman kopi ditanam di bawah naungan pohon lain, baik pohon hutan maupun pohon buah, sehingga membentuk struktur agroforestri yang menyerupai ekosistem hutan.

Selain shade-grown coffee, budidaya kebun kopi ada juga yang melakukannya dengan sistem monokultur, tanpa ada naungan pohon lain di kebun kopi tersebut.

Baca Juga: 5 Negara di Asia dengan Budaya Ngopi yang Kuat, Saatnya Kamu Eksplor Citarasa yang Baru!

Shade-grown coffee memberikan dampak positif terhadap ekologi, sebagai berikut:

  1. Mengurangi erosi tanah

Studi yang dilakukan oleh Verbist et al pada tahu 2010, yang dimuat pada link.sringer.com, menunjukkan bahwa tanah di kebun kopi tanpa naungan (unshaded) mengalami erosi sekitar 7-11 ton per hektar per tahun. Sedangkan di kebun kopi dengan naungan (shade-grown), angkan menurun menjadi 4-6 ton/Ha/tahun.

  1. Peningkatan bahan organik tanah (soil organic carbon)

Dengan shade-grown coffee, tanah menjadi lebih gembur dan tidak mudah memadat. Daya ikat air pada tanah meningkat, membuatnya lebih subur dan lebih mudah menyerap air sehingga tidak terjadi genangan air di permukaan.

  1. Memperbaiki struktur dan agregat tanah

Shade-grown coffee membuat agregat tanah tidak mudah hancur saat hujan, mengurangi tanah menjadi keras, dan menurukan risiko longsor mikro di lereng.

  1. Menurunkan limpasan air permukaan

Dengan shade-grown coffee, tetes air hujan akan ditahan oleh tajuk pohon naungan sehingga energi kinetik tetes air hujan berkurang signifikan. Tetes air hujan menjadi lebih lambat dan menyebar sehingga permukaan air terhindar dari benturan tetes air hujan langsung.

Dampaknya, agregat tanah utuh dan tanah lebih mudah menyerap air sehingga limpasan air permukaan menurun dan risiko banjir lokal juga menurun.

  1. Menekan degradasi biologis tanah

Shade-grown coffee bisa meningkatkan keanekaragaman mikroorganisme tanah, mendukung cacing tanah dan fauna tanah lainnya, serta menjaga siklus nutrien alami.

Halaman:

Tags

Terkini